WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Setelah sukses besar di Krakow, dua atlet andalan Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Rahmad Adi Mulyono (Raharjati), kembali dipercaya memimpin skuad panjat tebing Merah Putih dalam lanjutan IFSC Climbing World Cup 2025 yang digelar di Chamonix, Prancis, akhir pekan ini.
Keduanya menjadi tumpuan utama Indonesia di nomor speed climbing, cabang yang selama lima tahun terakhir menjadi lumbung medali bagi Indonesia di pentas dunia.
Target Ulang Prestasi Krakow
Di Chamonix, Desak dan Raharjati membawa misi mempertahankan momentum setelah menyapu bersih dua medali emas dari Krakow pekan lalu. Kepercayaan diri tim tengah tinggi, dan pelatih optimistis skuad bisa kembali mencetak hasil positif.
“Kami datang ke Chamonix dengan semangat yang sama seperti di Krakow. Fokus kami adalah tampil konsisten dan minim kesalahan,” ujar pelatih timnas speed, Pelatih Fajri Ardiansyah, dalam keterangannya, Rabu (10/7).
Peta Persaingan Makin Ketat
Meski datang dengan status juara bertahan seri sebelumnya, Desak dan Raharjati dipastikan harus menghadapi tantangan berat. Pemanjat-pemanjat unggulan dari Tiongkok, Polandia, dan tuan rumah Prancis juga menurunkan skuad penuh.
“Kami tidak boleh lengah. Setiap seri adalah tantangan baru, dan semua lawan pasti sudah mempelajari gaya kami,” kata Desak Made dalam jumpa pers IFSC.













