WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Setelah menyapu bersih medali emas pada seri Krakow pekan lalu, tim panjat tebing Indonesia datang ke IFSC Climbing World Cup Chamonix 2025 dengan semangat membara. Dipimpin duet emas Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Rahmad Adi Mulyono (Raharjati), skuad Merah Putih menargetkan untuk kembali naik podium di ajang yang berlangsung di jantung Pegunungan Alpen, Prancis.
Modal Besar dari Krakow
Kemenangan ganda yang diraih Desak dan Raharjati di Krakow telah membuktikan bahwa Indonesia masih menjadi kekuatan utama di nomor speed climbing. Tak hanya itu, kemenangan tersebut juga memberi boost psikologis bagi seluruh anggota tim menjelang tantangan baru di Chamonix.
“Hasil di Krakow membuktikan bahwa kerja keras kami membuahkan hasil. Tapi kami tak mau cepat puas,” ujar Raharjati saat sesi konferensi pers IFSC
Target: Konsistensi dan Podium
Pelatih kepala timnas speed, Fajri Ardiansyah, menegaskan bahwa fokus utama skuad kali ini adalah menjaga konsistensi waktu dan performa teknik. Dalam dunia panjat tebing, sepersekian detik bisa menentukan hasil akhir.
“Target kami bukan sekadar menang, tapi menjaga level performa di titik terbaiknya. Kalau bisa podium lagi, itu bonus besar,” kata Fajri kepada media.
Lawan Makin Siap, Tapi Indonesia Punya Kepercayaan Diri
Chamonix selalu menghadirkan lawan-lawan tangguh. Tim tuan rumah Prancis, Tiongkok, dan Italia menurunkan atlet terbaiknya untuk mengejar poin klasemen IFSC 2025. Namun, kepercayaan diri tim Indonesia sedang tinggi.







