Harga Cabai Tembus Rp130 Ribu! Serangan Lalat Buah Bikin Petani Banjarbaru Panik
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Harga cabai di Banjarbaru kembali bikin warga kelimpungan! Di Pasar Ulin Raya, harga cabai rawit meroket hingga Rp130.000 per kilogram. Cabai Miyawak dijual seharga Rp100.000, sedangkan cabai Japlak menyentuh Rp90.000 per kilogram.
Lonjakan harga ini dipicu oleh serangan hama lalat buah yang menghantam lahan pertanian cabai di sejumlah wilayah Banjarbaru. Akibatnya, banyak tanaman rusak dan gagal panen, sehingga pasokan cabai ke pasar menjadi sangat terbatas.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, menyatakan hingga kini belum ditemukan kasus serupa di kabupaten lain di Kalimantan Selatan.
BACA JUGA:Harga Elpiji 3 Kg Meroket! Wali Kota & DPRD Banjarbaru Gerak Cepat Perbarui Data Penerima Subsidi
“Belum ada laporan dari daerah lain soal serangan lalat buah,” ujarnya, Selasa (8/7/2025) siang.
Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian DKP3 Banjarbaru, Ani Purwanti, mengatakan bahwa meski sempat mengkhawatirkan, kondisi di lapangan saat ini sudah mulai terkendali berkat kerja cepat Petugas Organisme Pengganggu Tanaman (POPT).
“Kalau tidak segera ditangani, serangan lalat buah bisa menyebabkan kebusukan massal pada cabai. Hama ini memang musuh utama petani hortikultura,” tegas Ani.
Ia menambahkan, para petugas POPT bekerja ekstra, bahkan tetap siaga di luar jam kerja demi membantu petani mengatasi hama tersebut.
“Sebagian besar petani sekarang sudah paham cara menanggulanginya. Mereka memakai perangkap, alat pengusir hama, hingga insektisida,” pungkasnya.
Pemerintah Kota Banjarbaru terus berupaya menekan dampak kerusakan dan berharap harga cabai dapat kembali stabil dalam waktu dekat.(Wartabanjar.com/IKhsan)
editor: nur muhammad