WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Kenaikan harga elpiji 3 kilogram atau gas melon di Banjarbaru membuat Pemerintah Kota Banjarbaru mengambil langkah tegas. Wali Kota Banjarbaru bersama DPRD langsung turun tangan guna memastikan distribusi subsidi tepat sasaran.
Langkah cepat ini dilakukan menyusul temuan di lapangan yang menunjukkan adanya ketidaktepatan data penerima manfaat elpiji subsidi. Hal ini disampaikan Ketua DPRD Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera, usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Wali Kota, Selasa (8/7/2025).
“Gas elpiji 3 kilogram ini adalah barang subsidi dari pemerintah pusat, yang seharusnya hanya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Tapi kenyataannya, data penerima belum akurat,” ungkap Gusti Rizky kepada wartawan.
BACA JUGA:DPRD Banjarmasin Serap Aspirasi Warga Lewat 140 Titik Reses, Isu Elpiji hingga Bansos Jadi Sorotan
Menurutnya, kondisi ini memperparah distribusi gas melon dan berpotensi menimbulkan penyimpangan penggunaan oleh warga yang tidak berhak.
Sebagai bentuk tindak lanjut, Wali Kota Banjarbaru menginstruksikan agar seluruh aparat pemerintahan dari tingkat RT, RW, hingga kelurahan segera melakukan pembaruan dan sinkronisasi data penerima subsidi.
“Pemkot Banjarbaru dan DPRD akan bekerja bersama melakukan pendataan ulang secara menyeluruh. Ini penting agar subsidi benar-benar jatuh ke tangan masyarakat yang membutuhkan,” tegas Gusti Rizky.
Pemerintah berharap dengan langkah cepat ini, harga elpiji 3 kg di lapangan bisa kembali stabil dan penyaluran subsidi menjadi lebih tepat sasaran.(Wartabanjar.com/IKhsan)

