Israel Serang Pelabuhan Yaman! Houthi Disalahkan atas Serangan Laut Merah
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Pesawat tempur militer Israel dilaporkan melancarkan serangan udara ke Kota Pelabuhan Hodeidah, Yaman, pada Senin (7/7/2025). Serangan ini menandai eskalasi terbaru dalam konflik antara Israel dan kelompok Houthi yang didukung Iran.
Serangan tersebut dikonfirmasi oleh Al Masirah TV, media yang dikelola oleh kelompok Houthi. Menurut laporan mereka, beberapa target penting di Kota Hodeidah telah dihantam rudal, termasuk pelabuhan utama yang menjadi pusat distribusi barang dan energi di wilayah barat Yaman.
Target Serangan: Hodeidah, Ras Issa, dan Al-Salif
Dalam pernyataan resminya, militer Israel menyebutkan bahwa serangan ditujukan ke tiga titik strategis, yakni:
Pelabuhan Hodeidah
Pelabuhan Ras Issa
Pelabuhan Al-Salif
Israel menyatakan bahwa serangan ini merupakan tindakan balasan atas serangkaian serangan udara dan rudal yang diluncurkan oleh Houthi ke wilayah Israel dalam beberapa pekan terakhir.
Houthi Dituding Ganggu Perdagangan Maritim
Militer Israel juga menuduh kelompok Houthi telah mengganggu jalur perdagangan laut internasional, terutama di wilayah Laut Merah. Dikatakan bahwa Houthi berulang kali meluncurkan:
Kendaraan udara tak berawak (drone)
Rudal permukaan-ke-permukaan
Serangan terhadap kapal dagang
BACA JUGA:BMKG Ungkap Prakiraan Cuaca Kalimantan Selatan 7 Juli 2025: Waspadai Hujan Petir di Banjarmasin & Tapin!
Salah satu insiden yang memicu kemarahan Israel adalah serangan terhadap kapal komersial Galaxy Leader, yang diklaim membawa sistem radar canggih untuk mendeteksi aktivitas kapal di wilayah perairan internasional.
Pembangkit Listrik Juga Jadi Sasaran
Selain pelabuhan, pembangkit listrik Ras Qantib dilaporkan ikut menjadi sasaran serangan. Menurut klaim militer Israel, fasilitas tersebut digunakan untuk menyokong infrastruktur militer Houthi.
Israel menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bentuk pembalasan terukur dan terbatas, yang menyasar aset-aset yang digunakan untuk mendukung aktivitas militer dan serangan terhadap kapal sipil internasional.
Situasi Regional Memanas
Serangan ini diperkirakan akan memperburuk ketegangan regional, terutama di jalur vital perdagangan global seperti Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb. Para analis memperingatkan bahwa konflik ini berpotensi meluas dan memicu krisis kemanusiaan baru di Yaman, yang selama ini sudah menghadapi blokade dan konflik berkepanjangan.
Belum Ada Tanggapan Resmi dari PBB
Hingga berita ini diterbitkan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan Israel ke pelabuhan Yaman. Sementara itu, komunitas internasional menyerukan de-eskalasi dan penyelidikan independen terhadap semua serangan yang melibatkan infrastruktur sipil.
Serangan udara yang dilakukan Israel terhadap pelabuhan-pelabuhan penting di Yaman menandai babak baru dalam konflik kawasan. Houthi dituding sebagai dalang gangguan perdagangan maritim dan serangan rudal ke wilayah Israel. Situasi ini mengundang kekhawatiran akan meluasnya ketegangan hingga mengganggu stabilitas global.(Wartabanjar.com/SoftWarNews/berbagai sumber)
editor: nur muhammad