WARTABANJAR.COM, PARINGIN – Jelang Konferensi Cabang Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Balangan, nama Fitri Murni Hidayattullah, atau akrab disapa Bang Ifit, mencuat sebagai figur kuat yang dinilai layak memimpin organisasi profesi wartawan tersebut. Sosok Bang Ifit dikenal luas sebagai jurnalis senior yang bersahaja, dekat dengan semua kalangan, dan aktif menghidupkan dinamika organisasi, termasuk keberadaan sekretariat wartawan yang selama ini menjadi ruang kolaborasi. Salah satu dukungan datang dari Ahmad Darmawan, jurnalis Amnesia.com yang juga dikenal dengan sapaan Mang Ahok. Dalam unggahannya di media sosial, ia menyebut Bang Ifit sebagai panutan dan pengayom yang telah menunjukkan konsistensi dalam membina sesama jurnalis. “Bang Ifit bukan hanya berbicara, tapi menjalankan peran kepemimpinan secara nyata. Ia hadir membimbing kami—para junior—dengan tindakan, bukan hanya dengan kata-kata,” tulis Mang Ahok. BACA JUGA:Dapat Gelombang Dukungan di Bursa Calon Ketua PWI Balangan, Bang Ifit Ambil Sikap Ini! Ia juga menyebut dua prinsip hidup Bang Ifit yang dianggap relevan untuk menjadi pemimpin di tubuh PWI: “Ing madya mangun karsa” dan “Tut wuri handayani” — menjadi penggerak di tengah, dan pendukung dari belakang. Ini pemimpin yang tak mencari panggung, tapi menciptakan arah,” lanjutnya. Dukungan Terus Mengalir, Bang Ifit Tetap Merendah Meski banyak dorongan dari rekan-rekan sejawat untuk maju, Bang Ifit menegaskan tidak memiliki ambisi pribadi untuk menduduki posisi ketua. “Saya tidak ada ambisi,” ucapnya singkat saat dimintai tanggapan terkait pencalonan. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat kolega yang melihatnya sebagai sosok yang pantas membawa PWI Balangan kembali ke jalur kehormatan dan profesionalisme. Harapan Baru untuk PWI Balangan Mang Ahok juga menyoroti perlunya pemulihan marwah organisasi, mengingat tantangan profesi jurnalis yang kian kompleks. “Organisasi ini butuh figur yang tulus, berani, dan punya visi. Pemimpin yang mau duduk sama rendah, berdiri sama tinggi—itulah Bang Ifit,” tegasnya. Dengan semakin dekatnya konferensi pemilihan ketua, publik menantikan apakah sosok rendah hati seperti Bang Ifit akan luluh oleh suara mayoritas, atau tetap memegang prinsip untuk menjadi pendukung setia di barisan belakang.(Wartabanjar.com/Alfi) editor: nur muhammad