WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Sebuah video viral yang diunggah akun Instagram @beritainformasikal menunjukkan kondisi terkini banjir bandang yang melanda kawasan objek wisata Pemandian Mekar Banyu Batuah Desa Sungai Bakar, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, Sabtu sore (28/6/2025). Dalam video tersebut, tampak air deras bercampur lumpur menghantam lokasi wisata, menyeret dan menghancurkan sejumlah warung yang berada di tepi sungai. Kejadian ini memicu teriakan histeris dan tangis pilu dari beberapa perempuan yang merupakan pemilik warung. “Syukur selamat dah cil. Kada udah mikir akan warung,” tulis salah satu warganet yang menyaksikan kejadian memilukan itu. BACA JUGA:PPJI Kalsel Tancap Gas! Bangun 10 Cabang & Kelola 13 Titik MBG, Rakerda Jadi Momentum Akses Vital Terputus, Warga Terjebak Diberitakan sebelumnya, banjir juga melumpuhkan akses utama di Desa Tanjung, Kecamatan Bajuin. Curah hujan tinggi sejak Sabtu siang sekitar pukul 14.00 WITA menyebabkan wilayah sekitar RT 1 dan RT 2, terutama dekat jembatan utama, terendam banjir. Akibatnya, terjadi antrean panjang kendaraan yang tidak bisa melintas. Warga menduga banjir diakibatkan oleh luapan sungai dengan arus deras yang tampak mengganas di bawah kolong jembatan. “Warungnya di bawah, jadi wajar kena banjir bandang. Memang itu jalur aliran air sungai,” komentar warganet lainnya. Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung masyarakat Desa Tanjung menuju Kota Pelaihari. Lumpuhnya jalur ini otomatis mengganggu aktivitas harian warga. Hingga pukul 17.30 WITA, hujan masih turun, meskipun hanya gerimis, dan langit masih tampak mendung. Doa dan Simpati Mengalir dari Warganet Unggahan video tersebut dibanjiri komentar dari netizen yang sebagian besar menyampaikan doa, simpati, dan pengingat spiritual. “Innalillahi, Yaa Allah semoga tidak ada korban jiwa. Berikan ketabahan, lancarkan rezeki warga di sana. Aamiin.” “Razaki pian hndk naik, cil 🤲🤲🤲.” “Warungnya hancur, tapi nyawa masih selamat. Disyukuri saja, Bu.” Sebagian lainnya menyinggung soal kerusakan lingkungan yang mungkin berkontribusi terhadap bencana ini. “Hasil dari dosa bos tambang.” “Bahari hujan berhari-hari, kada sampai banjir kayak ini.” Situasi terkini masih terus dipantau. Warga diimbau tetap waspada dan menjauhi daerah aliran sungai yang berisiko tinggi. Untuk sementara belum ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.(Wartabanjar.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad