WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Untuk pertama kalinya dalam hampir tiga dekade, San Antonio Spurs menjalani NBA Draft tanpa Gregg Popovich berdiri langsung di ruang kendali tim. Namun begitu, jejak dan pengaruh pelatih legendaris itu masih terasa kuat mulai dari strategi rekrutmen hingga pilihan pemain yang diambil.
Dalam NBA Draft 2025, Spurs memilih Dylan Harper sebagai pilihan kedua secara keseluruhan, dan Carter Bryant di posisi ke-14. Kedua pemain muda itu dianggap mencerminkan nilai-nilai yang sejak lama dipegang teguh oleh Popovich: kecerdasan bermain, keserbagunaan, dan etos kerja tinggi.
“Coach Pop memang tak lagi aktif di bangku cadangan, tapi setiap keputusan besar tim tetap melalui pertimbangannya,” ujar seorang sumber internal Spurs kepada The Athletic. “Filosofinya masih membentuk cara kami membangun tim.”
Era Baru, Tapi Tetap Bernapas Popovich
Popovich, yang kini berusia 76 tahun, secara resmi tidak lagi menjadi pelatih kepala. Namun ia masih menjabat sebagai Presiden Operasional Tim dan menjadi figur sentral dalam pengambilan keputusan strategis, termasuk pada malam draft. Pemilihan Dylan Harper, misalnya, disebut-sebut tak lepas dari evaluasi mendalam Pop terhadap kebutuhan jangka panjang tim.
Harper sendiri mengaku antusias bisa bergabung ke organisasi yang memiliki warisan kuat.
“Spurs punya tradisi pemenang, saya ingin menjadi bagian dari proses itu,” kata Harper dalam wawancara pasca-draft.







