WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Squid Game Season 3 tayang perdana secara global hari ini, Jumat (27/6/2025) pada pukul 16.00 waktu Korea atau 14.00 WIB. Begitu tayang, serial ini langsung mendapatkan tanggapan dari media internasional. Sebagai serial unggulan yang mengukuhkan kehadiran konten Korea secara global, musim baru ini telah memicu berbagai opini dari para kritikus asing. Banjir Pujian dari Media Asing Majalah TIME memuji Squid Game 3 karena memberikan kesimpulan yang kuat, dengan mencatat bahwa serial ini “kembali ke akarnya yang brutal di musim terakhir dan memberikan pukulan terakhir yang kuat.” Financial Times menyoroti alurnya yang cepat dan tajam, dengan mengatakan bahwa serial ini masih menawarkan tingkat imersi yang membuat ketagihan. Collider menggambarkannya sebagai “akhir yang luar biasa yang memperkuat setiap kekuatan dan melangkah lebih jauh.” Struktur Narasi dan Kekerasannya Dikritik Di sisi lain, beberapa media menyatakan ketidakpuasannya dengan struktur narasi dan kekerasan yang meningkat pada musim ini. The Guardian mengkritik serial ini karena kehilangan sisi satirnya, dengan menyatakan bahwa “kebrutalannya semakin meningkat, kekerasannya semakin menjadi-jadi, dan sindirannya semakin surut.” Screen Rant menyebutnya sebagai perpisahan yang kuat untuk film thriller Netflix yang terkenal itu, tetapi menunjukkan bahwa episode pertama lebih terasa seperti kelanjutan dari Squid Game 2 daripada awal yang baru. IndieWire mencatat bahwa cerita berfluktuasi antara ekspansi dan kontraksi di enam episode, menambahkan bahwa musim ini mengalami kelelahan yang nyata. BACA JUGA: 70 Ucapan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 H Penuh Makna, Siap Dibagikan ke Medsos Refleksi Pesan Terakhir Squid Game 3 Beberapa media berfokus pada pesan menyeluruh dari musim terakhir. Bloomberg menggambarkannya sebagai serial yang mempertanyakan apa yang tersisa dari kemanusiaan kita. The New York Times menekankan bagaimana film thriller dystopian Korea ini telah meresap ke dalam semangat zaman. Ikhtisar Plot Akhir Squid Game 3 kembali mengisahkan Seong Gi Hun (Lee Jung Jae) yang masuk kembali ke dalam permainan dengan misi pribadi namun akhirnya kehilangan teman terdekatnya. Front Man, yang diperankan oleh Lee Byung Hun, kembali dengan menyamar untuk mengamati permainan dari dalam. Musim ini menggambarkan nasib akhir dari para penyintas yang terjebak dalam dunia yang brutal dan tak kenal ampun, mengakhiri perjalanan yang dimulai pada tahun 2021 dengan perpaduan intensitas dan refleksi. (yayu) Editor: Yayu