WARTABANJAR.COM, BANJARBARU– Sebanyak 163 Jemaah Haji Banjarbaru yang tergabung dalam Kloter 7 Debarkasi Banjarmasin telah kembali ke Tanah Air dan Kota Idaman dalam keadaan selamat. Meski begitu, seorang jemaah bernama Hasbullah Ihsan (73) yang dilaporkan hilang di Madinah, hingga kini masih dalam proses pencarian oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI). Putri Hasbullah, Siti Latifah, menceritakan bahwa ayah terakhir terlihat pada dini hari pukul 03.12 waktu setempat, saat jemaah lain masih terlelap. "Berdasarkan rekaman CCTV hotel di Madinah, ayah saya tampak keluar dari kamar sendirian," ungkap Latifah kepada awak media (26/6/2025) malam. Ia menambahkan, ayahnya sempat bertemu seseorang dari kloter jemaah haji yang lain, kemudian meminta orang itu untuk mengantar ayahnya ke lobi hotel. "Karena mungkin beliau lupa dimana kamar hotel, lalu beliau keluar dari lobi sendirian, mungkin karena ingin ke masjid atau ke tempat lain," lanjut Latifah. Ia juga meminta doa dari masyarakat agar ayahnya segera ditemukan dalam keadaan selamat. Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banjarbaru, Mukhlis Ridhani, menyampaikan bahwa proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim PPIH Arab Saudi bersama KJRI. "Laporan sudah sampai ke KJRI, dan pencarian dilakukan dengan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan Arab Saudi," ujarnya. BACA JUGA: 70 Ucapan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 H Penuh Makna, Siap Dibagikan ke Medsos Mukhlis juga memastikan bahwa jika hingga pelaksanaan ibadah haji selesai Hasbullah belum ditemukan, pencarian tetap akan dilanjutkan oleh pihak KJRI. "Kita punya perlindungan jemaah, jadi upaya pencarian tidak akan berhenti. Informasi lebih lanjut sepenuhnya akan ditangani oleh KJRI." tandasnya. Selain Hasbullah, satu jemaah dari kloter 7 asal Banjarbaru, Kapsariyah, juga saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi. "Proses pemulangannya akan dilakukan setelah dinyatakan cukup sehat untuk diterbangkan kembali ke Indonesia," tutup Mukhlis. (IKhsan) Editor: Yayu