Dampak Ekonomi Jangka Panjang: Defisit Membengkak
Menurut Naser Abdelkarim, asisten profesor keuangan di Universitas Amerika Palestina, konflik ini tak hanya menambah beban militer, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi dan produktivitas nasional Israel. Ia memperkirakan bahwa defisit anggaran Israel akan naik hingga 6%, terutama karena pemerintah harus memberikan kompensasi kepada warga sipil yang terdampak perang.
Biaya Perang Mencapai Rp 11,8 Triliun per Hari
Sementara itu, laporan dari Financial Express yang dikutip oleh Anadolu Ajansi mengungkap bahwa dalam pekan pertama perang, Israel telah menghabiskan sekitar US$ 5 miliar (Rp 81,5 triliun). Rata-rata, biaya harian perang mencapai US$ 725 juta (sekitar Rp 11,8 triliun)—terdiri atas US$ 593 juta untuk operasi ofensif dan US$ 132 juta untuk pertahanan serta mobilisasi militer.
Dengan angka-angka fantastis ini, perang Israel-Iran menjadi salah satu konflik paling mahal dalam sejarah modern. Kini, selain menghadapi ancaman militer, Israel juga harus menata ulang keuangannya yang porak poranda akibat biaya perang yang membubung.(Wartabanjar.com/detik/x.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







