WARTABANJAR.COM, TEHERAN – Pemerintah Iran secara resmi mengeksekusi dengan cara digantung seorang pria, Mohammad‑Amin Mahdavi Shayesteh, yang dinyatakan bersalah atas tuduhan mata-mata untuk Israel. Eksekusi ini berlangsung pada hari ke-11 sejak pertempuran antara Iran dan Israel dimulai. Menurut AFP dan otoritas pengadilan Iran, Shayesteh dijatuhi hukuman mati karena dituduh terlibat kolaborasi intelijen dengan rezim Zionis––istilah Iran untuk Israel . Media Iran menyebutnya sebagai “kepala tim siber Mossad” yang beroperasi dengan kedok biro konsultasi migrasi, bahkan bertemu agen Mossad di luar negeri. BACA JUGA:Polres Bogor Gerebek Pesta Gay di Puncakik! Ternyata 30 Peserta Reaktif HIV & Sifilis, 4 Panitia Diperiksa Eksekusi ini dilakukan pada Senin pagi (23 Juni 2025), berbarengan dengan kematian Majid Mosayebi, pria kedua yang dieksekusi sehari sebelumnya dengan tuduhan serupa. Iran juga telah mengumumkan akan mempercepat penanganan kasus mata-mata karena situasi “darurat akibat konflik” . Konteks perang Iran–Israel Konflik bersenjata antara kedua negara berlangsung sejak 13 Juni 2025 setelah serangkaian serangan udara dan balasan rudal/misil. Iran merespons peningkatan ancaman dengan menangkap dan mengeksekusi puluhan tersangka mata-mata, memperketat keamanan domestik, dan mengerahkan pasukan Basij ke berbagai jalan dan checkpoint. Kronologi Kasus Shayesteh - 23 Juni 2025: Pengadilan Iran umumkan eksekusi Mohammad‑Amin Mahdavi Shayesteh - 22 Juni 2025: Eksekusi Majid Mosayebi atas tuduhan serupa - 13 Juni 2025: Pecah perang udara antara Iran dan Israel Tindakan ini mempertegas klaim Iran bahwa mereka telah menyusupkan jaringan mata-mata Israel hingga ke dalam negeri. Ada pertanyaan serius soal legalitas proses hukum, transparansi pengadilan, dan kondisi pengakuan yang mungkin dipaksakan. Eksekusi berlangsung bersamaan dengan eskalasi militer, menunjukkan tegangnya situasi geopolitik saat ini.(Wartabanjar.com/ft.com/timesofisrael.com/abs-cbn.com/thedohidmedia/berbagai sumber) editor: nur muhammad