WARTABANJAR.COM – Hari itu, langit tak bersuara, tapi hati seorang pria paruh baya berteriak pilu. Ia terduduk di atas aspal dingin, memeluk sunyi yang begitu bising di dalam kepala. Di sampingnya, tubuh sang istri terbujur kaku—jasad wanita yang selama ini setia menemaninya, kini pergi untuk selamanya.
Peristiwa memilukan itu terjadi di Simpang Merbau, dekat tikungan Kapuas, Labuhan Batu Utara. Kecelakaan tragis antara sepeda motor NMAX yang dikendarai pasangan suami istri dan sebuah truk Colt Diesel merenggut nyawa sang istri.
Warga sekitar menyebut, keduanya tengah melintas dari arah Pekanbaru menuju Damuli ketika tiba-tiba mereka dihantam kendaraan dari arah berlawanan. Tragisnya, sang sopir truk langsung melarikan diri ke arah lintas Medan, meninggalkan korban tanpa rasa tanggung jawab.
Sang suami hanya bisa terpaku. Ia menatap layar ponsel dengan pandangan kosong, entah sedang mencoba menghubungi siapa. Barangkali menunggu keajaiban, barangkali berharap kabar ini tak nyata. Tangannya gemetar, suara tercekat. Ia ingin meminta tolong, tapi keramaian justru membungkamnya.
Ia tetap di sana. Duduk mematung di samping tubuh sang istri yang masih mengenakan jaket merah dan helm. Tak beranjak. Tak bersuara. Hanya cinta yang tertinggal.







