“Dampaknya terasa sekali. Air di sawah cepat surut, sawah jadi kering dan hasil panen menurun. Ikan di sungai pun sekarang jarang ditemukan,” kata Pansyah.
Meski pihak perusahaan diketahui sudah beberapa kali memberikan bantuan air bersih kepada warga, menurut Pansyah, hal itu belum menjadi solusi jangka panjang.
“Bantuan air kami apresiasi, tetapi yang kami harapkan lebih dari itu, yaitu ada tindak lanjut yang jelas, agar sungai ini kembali normal. Kami butuh perhatian dari pemerintah daerah dan perusahaan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan tambang terkait dugaan pencemaran ini. (alfi)
Editor: Yayu







