WARTABANJAR.COM, TEHERAN – Konflik Iran–Israel semakin membara. Pada Jumat (20/6/2025), Iran meluncurkan serangan rudal besar-besaran ke wilayah Israel, termasuk menghantam area dekat kantor Microsoft di Kota Beersheva, kawasan teknologi penting di Gurun Negev. Beersheva sendiri merupakan lokasi strategis, dekat dengan pangkalan udara Nevatim, yang menjadi salah satu titik vital pertahanan udara Israel. Serangan Rudal Iran Lukai Infrastruktur Sipil Polisi Israel mengonfirmasi bahwa rudal menghantam wilayah terbuka di Distrik Selatan, menyebabkan kerusakan properti namun tidak ada laporan korban jiwa hingga saat ini. BACA JUGA:Heboh! Video “Kesurupan” Nikita Mirzani di Film Syirik: Hoaks atau Sensasi Murahan? "Kami menerima laporan jatuhnya munisi dan segera mengerahkan tim tanggap darurat," ujar pernyataan resmi Kepolisian Israel. Beberapa foto dari lokasi kejadian menunjukkan kerusakan parah di bagian depan sebuah bangunan, serta deretan mobil terbakar yang mengeluarkan asap hitam pekat. Lebih tragis lagi, pada Kamis (19/6), Soroka Medical Center, salah satu rumah sakit terbesar di Beersheva, ikut terdampak serangan dan mengalami kerusakan di beberapa bagian gedung. Israel Balas Serang! Puluhan Target di Teheran Dihantam Tidak tinggal diam, militer Israel melancarkan serangan balasan skala besar ke jantung Ibu Kota Teheran pada Kamis malam. Serangan itu disebut menyasar fasilitas militer strategis Iran. "Puluhan target telah diserang, termasuk pusat produksi rudal dan markas besar SPND (Organisasi Inovasi dan Penelitian Pertahanan) yang terkait proyek senjata nuklir Iran," ungkap pernyataan resmi militer Israel. Israel mengklaim operasi tersebut menargetkan fasilitas penelitian dan pengembangan nuklir, yang selama ini menjadi sorotan dunia internasional. Ancaman Perang Besar di Depan Mata? Kedua negara kini berada di ambang eskalasi militer terbuka. Serangan timbal balik ini menjadi salah satu konfrontasi paling serius sejak konflik regional di Timur Tengah beberapa tahun terakhir.(Wartabanjar.com/kompas/detik/berbagai sumber) editor: nur muhammad