RUDAL IRAN Hantam Pusat Cyber Israel & Bursa Ramat Gan, Rumah Sakit Soroka Ambruk!
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, TEL AVIV - Sebuah serangan balistik Iran menyasar gedung markas Komando Siber Israel yang juga merusak Bursa Efek Ramat Gan dan Rumah Sakit Soroka (Coroka) yang berdampingan di Be’er Sheva, Tel Aviv. Bursa Ramat Gan pun menghentikan perdagangan secara mendadak selama serangan berlangsung, Kamis (19/6/2025).
Kerusakan & Korban
Rumah Sakit Soroka dilaporkan mengalami kerusakan parah: dokter dan pasien dievakuasi ke area aman setelah langit-langit runtuh dan ada indikasi kebocoran bahan berbahaya.
Bursa Efek Ramat Gan terpaksa berhenti operasional sejenak akibat komando siber Israel diserang.
BACA JUGA:Heboh! Ular Sawa Muncul di Parkiran Pasar Ulin Raya Banjarbaru, Ini Reaksi Kocak Netizen Banua
Reaksi Netizen
Warganet lokal sampai global meramaikan media sosial dengan komentar penuh emosi, seperti:
“Belum rata.. GO IRAN GO...🔥🔥🔥”
“Mereka merasakan apa yang dirasakan warga Gaza”
“Kurang hancur”
“Alhamdulillah”
Rangkuman Kronologi:
Iran meluncurkan puluhan rudal balistik dan drone ke wilayah Israel .
Serangan tersebut mengenai pusat komando siber Israel, Bursa Ramat Gan, Soroka Hospital di Be’er Sheva, serta beberapa kawasan di Tel Aviv dan Holon.
IDF Israel membalas dengan serangan udara ke fasilitas nuklir Iran seperti Arak dan Natanz .
Akibat serangan, lebih dari 240 orang terluka di Israel, termasuk puluhan di Soroka.
Dampak Global & Politik
Israel menyebut serangan ini sebagai “kejahatan perang” dan menuntut pertanggungjawaban Iran .
Internasional: PBB, Tiongkok, dan Rusia mendesak de-eskalasi; AS sedang mempertimbangkan langsung campur tangan .
Iran menyebut sasaran utamanya adalah pangkalan militer di dekat fasilitas sipil dan menyatakan tidak menarget infrastruktur nuklir .
Analisis:
Serangan ini menandai eskalasi lingkungan tempur yang tambahan: target siber dan keuangan Israel – seperti bursa efek – kini ikut disasar. Ini bukan sekadar serangan fisik, namun juga symbolic, menjadikan sektor penting dari negara jadi sasaran serius.(Wartabanjar.com/nypost.com/ynetnews.com/militarynewsinternational/berbagai sumber)
editor: nur muhammad