WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Saat ini, para pelaku kejahatan makin canggih: menawarkan “lowongan kerja” SPG atau marketing via Facebook katanya legit, padahal cuma modus buat nyamar dan mengundang korban. Korban yang desperat cari kerja pun jadi sasaran empuk. Fenomena ini dibahas serius oleh Kementerian PPPA sebagai bentuk pelecehan seksual berkedok tipu-tipu lowongan online.
Anak muda, khususnya fresh graduate, sering tergiur kerja part-time dengan syarat simpel. Tapi di balik iming-iming itu, ada risiko besar: jika lokasi janji di tempat asing, ternyata malah jadi jebakan. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengingatkan, sebelum melamar, pastikan akun official perusahaan, jangan asal kirim data, dan hindari komunikasi yang mencurigakan.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengungkap kalau mereka terus memantau laporan ini. Komitmen mereka jelas: dari investigasi awal sampai proses hukum, akan dikawal penuh demi melindungi korban perempuan. Ini bukan sekadar formalitas tapi upaya nyata agar tak ada korban baru lagi.
Menurut Arifah Fauzi, Bukan cuma pemerintah yang harus bergerak tapi kita semua, terutama netizen muda, harus saling ingetin. Edukasi digital perlu terus digalakkan: cek track record pemberi kerja, konfirmasi langsung ke nomor resmi, dan jangan mudah percaya info status closed group atau chat kalau belum jelas. Yuk dishare, biar makin luas efek positifnya!







