Dalam sambutannya, Bupati Rahmat menegaskan pentingnya peran strategis MUI dalam menjaga keutuhan akidah umat, terlebih di era digital yang sarat hoaks dan paham menyimpang.
“MUI tidak hanya lembaga keagamaan. Ia adalah pilar musyawarah umat dalam menghadapi dinamika zaman. MUI harus menjadi pelurus arah umat, penyejuk, dan penjaga akidah,” tandasnya.
Tak hanya itu, Bupati juga mengumumkan sejumlah program strategis yang akan dikolaborasikan dengan MUI, seperti:
Pembangunan Bahtera Alquran, sebagai pusat dakwah berbasis multimedia dan literasi sejarah Islam.
Rencana pendirian perguruan tinggi keislaman untuk meningkatkan IPM di bidang pendidikan agama.
Pengembangan wisata religi ziarah ulama dan aulia Tanah Laut, yang akan dilengkapi buku panduan spiritual sebagai daya tarik wisata religi Kalimantan Selatan.
“Kita ingin orang dari luar datang ke Tanah Laut untuk ziarah. Kita punya kekayaan spiritual yang besar yang belum banyak diangkat,” ujar Bupati.
Pesan Kolaborasi: Ulama dan Umara Bersatu Bangun Umat
Mengakhiri sambutannya, Bupati berpesan agar para pengurus MUI tidak ragu menyampaikan saran, baik diminta maupun tidak. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara ulama dan umara dalam membendung radikalisme, menjaga akidah, serta membangun generasi muda yang cinta agama dan cinta tanah air.
“Negeri ini membutuhkan keseimbangan: ilmu para ulama dan kebijakan para pemimpin. Bersama, kita jaga umat, kita bangun bangsa,” pungkasnya.(Inilahkalsel.com/Gazali)
editor: nur muhammad







