WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Perkelahian berdarah terjadi di Jalan Alalak Tengah Rt 2, Kelurahan Alalak Tengah, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Selasa (10/6) pagi. Informasi dihimpun, perkelahian tersebut melibatkan dua orang pria, yakni Muammar (33), dengan Irfani (30), yang merupakan warga setempat. Kejadian tersebut, mengakibatkan Muammar meninggal dunia lantaran tertusuk senjata tajam (sajam), sementara Irfani mengalami luka-luka, dan sedang dalam perawatan pihak medis. Baca Juga BREAKING NEWS Korban Perkelahian Meninggal Dunia di Alalak Tengah Ketua Rt setempat, Muhammad Hasim Sanusi mengungkapkan, kejadian itu terjadi di dalam rumah Irfani. "Informasi dari warga, pada subuh itu Muammar mendatangi rumah Irfani sembari membawa sajam. Kemudian terjadi keributan di dalam rumah itu," ungkap Sanusi, di lokasi kejadian. Selang beberapa waktu, lanjut Sanusi, Muammar pun ini keluar dari rumah tersebut dengan kondisi darah berceceran, dan sebilah sajam menancap di tubuhnya. "Tepat di depan gang Rt 2, dia tumbang kemungkinan kehabisan darah dan di punggung belakangnya ada sajam menancap," ucap Sanusi. "Sementara untuk Irfani, meminta tolong kepada warga, lantaran dirinya mengalami luka tusuk di bagian perut, pelipis, dan tangan," lanjutnya. Selanjutnya, Irfani pun dievakuasi ke RSUD Ansari Saleh, untuk menjalani perawatan medis pada luka yang dialaminya. Sanusi menuturkan, kejadian tersebut diduga karena adanya masalah pribadi antara mereka berdua. "Seminggu yang lalu sepertinya ada terjadi cekcok antara mereka berdua, tapi belum tau masalahnya apa," tutur Sanusi. "Sanusi ini memang ada gangguan kejiwaan, dan masih dalam proses pengobatan. Jadi menurut informasi warga kalau obatnya itu habis dia bisa ngamuk," sambungnya. Hingga saat ini Irfani masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara untuk Muammar sendiri sudah dimakamkan oleh pihak keluarga. (iqnatius) Editor Restu