Aktivis Bantuan Kemanusiaan Freedom Flotilla Diintai Drone Israel Saat Berlayar Menuju Gaza

Heron dapat terbang selama lebih dari 40 jam di ketinggian hingga 35.000 kaki,  dilengkapi kamera canggih dan sistem radar yang dirancang untuk melacak pergerakan dalam jarak yang sangat jauh.

Drone ini mampu melakukan transmisi video secara real-time dan dapat beroperasi melalui satelit yang jauh dari pangkalan kendali daratnya. Melihat drone ini di atas kapal Madleen, sebuah kapal sipil yang membawa bantuan kemanusiaan dan kaki palsu untuk anak-anak di Gaza, merupakan pengingat yang mengerikan tentang betapa ketatnya misi-misi perdamaian diawasi,” lanjut mereka.

BACA JUGA: Duduk Perkara Ditemukannya Mayat Pria Tanpa Kepala di Loksado HSS, Ternyata Soal Sengketa Batas Desa

Sebelumnya, mereka juga pernah mencoba mengirimkan bantuan, namun upaya itu gagal karena serangan pesawat tak berawak terhadap kapal yang berbeda di Mediterania.

Salah satu peserta rombongan ini, Greta Thurnberg, mengatakan mereka melakukan ini karena tidak peduli apapun rintangan yang dihadapi.

“Kami harus terus mencoba, karena saat kami berhenti mencoba adalah saat kami kehilangan rasa kemanusiaan kami,” kata Thunberg kepada para wartawan dalam sebuah konferensi pers sebelum keberangkatan.

Aktivis iklim asal Swedia ini telah dijadwalkan untuk menaiki kapal Conscience.

Ia menambahkan bahwa “betapapun berbahayanya misi ini, namun tidak seberbahaya kebisuan seluruh dunia dalam menghadapi kehidupan yang sedang mengalami genosida.”

Para aktivis memperkirakan akan membutuhkan waktu tujuh hari untuk mencapai tujuan mereka, jika tidak dihentikan. (yayu)

Editor: Yayu