169 Koperasi Merah Putih Resmi Berdiri di Hulu Sungai Tengah, Siap Gairahkan Ekonomi Desa
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Gerakan Nasional Pembentukan Koperasi Merah Putih kini telah menjangkau seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan. Sebanyak 169 koperasi telah terbentuk, sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
Pemerintah Kabupaten HST melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) memastikan bahwa seluruh tahapan awal pembentukan koperasi telah selesai. Proses tersebut dimulai dari Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) hingga rapat pendirian koperasi di 161 desa dan 8 kelurahan.
“Per tanggal 28 Mei 2025, Musdesus sudah rampung di semua wilayah. Total ada 169 Koperasi Merah Putih yang terbentuk di HST,” ujar Kepala Dinas PMD HST, Edy Rahmawan, usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (2/6/2025).
Saat ini, pemerintah daerah tengah fokus menyelesaikan proses pendaftaran dan pembuatan akta notaris untuk masing-masing koperasi. Targetnya, seluruh koperasi sudah berbadan hukum sebelum akhir Juni 2025.
“Setelah legalitas rampung, koperasi-koperasi ini bisa langsung beroperasi,” jelas Edy.
BACA JUGA:Pemkab HST Terima Dana CSR Bank Kalsel untuk Koperasi Merah Putih, Dukung Ekonomi Desa!
Usaha Disesuaikan dengan Potensi Lokal
Edy menjelaskan bahwa koperasi desa dapat memilih salah satu dari delapan jenis unit usaha yang disiapkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM. Jenis usaha ini dipilih berdasarkan potensi dan kebutuhan masing-masing desa.
“Nanti pengurus koperasi akan kita latih, bekerja sama dengan Dinas Perdagangan. Pelatihan ini penting agar mereka bisa menentukan usaha yang paling sesuai untuk dikembangkan,” lanjutnya.
Adapun jenis usaha yang bisa dijalankan meliputi:
Perdagangan kebutuhan pokok dan sembako
Pengelolaan lumbung pangan desa
Jasa simpan pinjam
Jasa angkutan desa
Pertanian dan perkebunan
Perikanan dan peternakan
Industri rumah tangga dan kerajinan
Jasa pelayanan umum desa
“Dengan beragam pilihan ini, koperasi bisa lebih fleksibel menyesuaikan usaha dengan karakter wilayahnya,” tutur Edy.
Modal Kuat dari Dana Desa
Salah satu keunggulan utama dari Koperasi Merah Putih adalah adanya dukungan modal dari Dana Desa sebagai penyertaan awal. Selain itu, koperasi juga dapat memperoleh tambahan modal dari simpanan anggota maupun pinjaman yang sah secara hukum.
“Dana Desa memberi koperasi fondasi keuangan yang kuat. Tapi pengelolaan harus dilakukan secara transparan dan akuntabel,” tegas Edy.
Peluncuran nasional Koperasi Merah Putih dijadwalkan pada 12 Juli 2025 secara serentak di seluruh Indonesia. Namun, koperasi-koperasi ini belum langsung beroperasi penuh setelah peluncuran.
“Setelah launching, akan ada masa pembinaan dan pelatihan lanjutan hingga Oktober 2025. Targetnya, koperasi sudah bisa menjalankan kegiatan usaha secara mandiri pada akhir tahun,” tambahnya.
Harapan Pemerintah Daerah
Kepala Dinas Perdagangan HST, Irfan Sunarko, menyatakan bahwa pembentukan koperasi di seluruh desa dan kelurahan ini menjadi titik awal lahirnya ekonomi desa yang tangguh dan mandiri.
“Dengan dukungan Dana Desa dan partisipasi aktif pemerintah desa, kami harapkan koperasi ini tumbuh sebagai wadah ekonomi kerakyatan yang kokoh dan berkelanjutan,” kata Irfan.
Selama masa transisi, pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan dan pendampingan untuk memastikan koperasi berjalan sesuai jalurnya.(Wartabanjar.com/Adew)
editor: nur muhammad