WARTABANJAR.COM, BANDUNG – Euforia juara Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) berubah jadi sorotan tajam usai ulah sejumlah suporter yang mencabuti rumput stadion dan memotong jaring gawang viral di media sosial.
Aksi tak terpuji ini dinilai mencoreng kemeriahan pesta kemenangan klub berjuluk Maung Bandung tersebut. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, angkat bicara dan menyesalkan tindakan tersebut.
Dedi menegaskan pada Selasa (27/5/2025), Itu sama saja dengan merusak fasilitas umum. GBLA dikelola pemerintah dan dibiayai dari dana APBD, bukan milik pribadi.
Beberapa pihak membandingkan aksi serupa di luar negeri, di mana fans atau pemain mencabut rumput atau membawa pulang bagian dari stadion sebagai kenang-kenangan juara. Namun, konteksnya berbeda.
Dedi menjelaskan di luar negeri, sebagian besar stadion dimiliki langsung oleh klub, bukan pemerintah. Sedangkan GBLA milik Pemda, Persib hanya sebagai pengelola.
Akibat insiden ini, sejumlah suporter Persib telah diamankan oleh Polrestabes Bandung untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawaban.
Peristiwa ini menyulut reaksi pedas dari netizen yang mengecam aksi tak bertanggung jawab tersebut.
Banyak juga yang menyayangkan minimnya edukasi terkait kepemilikan stadion di kalangan suporter. Beberapa menganggap hal ini sebagai murni kesalahpahaman dan kurangnya informasi.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa semangat mendukung tim kesayangan harus dibarengi dengan sikap bertanggung jawab. Euforia juara semestinya tak sampai merusak fasilitas publik yang dibiayai rakyat.(Wartabanjar.com/highlightimnas/berbagai sumber)

