Viral Proyek Asrama Putera Anak Yatim Balangan Diduga Dijadikan Tempat Mabuk

Diketahui, pembangunan asrama puteri dibiayai melalui dana CSR dari PT Adaro, sedangkan pembangunan asrama putera bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menanggapi dugaan penyalahgunaan fasilitas, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim), Herbet, menyatakan keprihatinannya.

“Kami bersama Sekretaris Daerah telah turun langsung ke lokasi. Saat meninjau, kami menemukan pintu-pintu yang sebelumnya tertutup kini terbuka lebar. Diduga kuat pintu-pintu tersebut dibuka secara paksa. Namun, kerusakan yang ada nantinya akan kami perbaiki,” ujar Herbet.

Terkait pemanfaatan bangunan, Herbet menegaskan bahwa hal tersebut bukan menjadi kewenangan Dinas PUPR Perkim.

“Untuk urusan kebersihan, pemanfaatan, dan lain-lain, itu bukan ranah kami. Tapi kalau terkait pemanfaatan Itu menjadi kewenangan Sekretariat Daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Herbet menginformasikan bahwa proyek pembangunan Istana Anak Yatim akan kembali dilanjutkan pada tahun ini.

“Pembangunan akan kembali dilakukan, meliputi fasilitas seperti ruang makan, laundry, dan sarana pendukung lainnya yang berlokasi di samping asrama putera. Rencananya pengerjaan dimulai pada bulan Juli, dan saat ini sedang dalam tahap finalisasi,” pungkasnya.(Alfi)

Editor Restu