WARTABANJAR.COM, PARINGIN – Sebuah proyek strategis milik Pemerintah Kabupaten Balangan, yakni Istana Anak Yatim, menjadi sorotan publik usai viral di media sosial. Proyek yang sejatinya diperuntukkan bagi anak-anak yatim tersebut diduga disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa bangunan asrama putera tersebut hingga kini belum difungsikan. baca Juga 5 PSK Diamankan Sat Pol PP Banjarbaru dari Eks Lokalisasi Pembatuan Tidak tampak satu pun penghuni di dalam asrama. Sebaliknya, ditemukan sejumlah barang mencurigakan seperti bekas botol alkohol dan sachet obat batuk. Area sekitar bangunan juga tampak tak terurus, dengan rumput liar tumbuh subur, termasuk di sekitar dinding yang bertuliskan “Asrama Putera Anak Yatim”. Kepala Bidang Aset Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Balangan, Kamrani, menjelaskan bahwa saat ini baru asrama puteri yang telah diserahkan kepada pihak yayasan. “Asrama puteri sudah sah menjadi milik yayasan karena telah dilakukan serah terima. Sementara untuk asrama putera, proses serah terima belum dilakukan,” ujar Kamrani. Diketahui, pembangunan asrama puteri dibiayai melalui dana CSR dari PT Adaro, sedangkan pembangunan asrama putera bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menanggapi dugaan penyalahgunaan fasilitas, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim), Herbet, menyatakan keprihatinannya. “Kami bersama Sekretaris Daerah telah turun langsung ke lokasi. Saat meninjau, kami menemukan pintu-pintu yang sebelumnya tertutup kini terbuka lebar. Diduga kuat pintu-pintu tersebut dibuka secara paksa. Namun, kerusakan yang ada nantinya akan kami perbaiki,” ujar Herbet. Terkait pemanfaatan bangunan, Herbet menegaskan bahwa hal tersebut bukan menjadi kewenangan Dinas PUPR Perkim. “Untuk urusan kebersihan, pemanfaatan, dan lain-lain, itu bukan ranah kami. Tapi kalau terkait pemanfaatan Itu menjadi kewenangan Sekretariat Daerah,” jelasnya. Lebih lanjut, Herbet menginformasikan bahwa proyek pembangunan Istana Anak Yatim akan kembali dilanjutkan pada tahun ini. “Pembangunan akan kembali dilakukan, meliputi fasilitas seperti ruang makan, laundry, dan sarana pendukung lainnya yang berlokasi di samping asrama putera. Rencananya pengerjaan dimulai pada bulan Juli, dan saat ini sedang dalam tahap finalisasi,” pungkasnya.(Alfi) Editor Restu