Bupati Tanah Laut : Pernikahan Dini dan Kemiskinan Jadi Akar Stunting

Kepala Kemendukbangga Kalimantan Selatan, Farah Adibah, dalam sambutannya menambahkan bahwa program pembangunan keluarga yang dimulai dari calon pengantin hingga lansia merupakan langkah terstruktur untuk menyambut Generasi Emas 2045.

Ia menyampaikan bahwa tingkat stunting di Kalimantan Selatan sempat meningkat, namun kini berhasil ditekan.

“Alhamdulillah tahun ini hasil SSGI terbaru Kalsel sudah turun menjadi 22%, dari sebelumnya 24%,” jelasnya.

Farah juga menekankan bahwa keberhasilan penurunan stunting tak lepas dari kolaborasi antara pemerintah, stakeholder, dan masyarakat. Ia mengapresiasi partisipasi para penyuluh KB hingga perusahaan yang menjadi donatur bagi keluarga risiko stunting.

“Kami juga menghimpun dari Baznas, perusahaan-perusahaan, hingga teman-teman penyuluh KB kami yang sukarela menyisihkan Rp50.000 sampai Rp200.000 per bulan dari gaji mereka,” ungkapnya.

Bahkan, kata Farah, bantuan konkret seperti pembangunan jamban dan pemberian makanan lokal sudah mulai disalurkan ke Tanah Laut bulan ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan program stunting tidak cukup hanya dengan anggaran, tetapi harus tepat sasaran.

“Karena dulu banyak bantuan seperti biskuit itu malah enggak dikonsumsi, yang makan malah ayamnya,” sindirnya.

Acara pengukuhan Ayah dan Ibu Asuh Program GENTING juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan mitra kolaboratif dari berbagai instansi. Program ini menjadi langkah konkret untuk membangun generasi sehat dan produktif bebas stunting di Tanah Laut.(Gazali)

Editor Restu