3 Pria Muallaf Asal Spanyol ini Naik Kuda Berbulan-bulan Demi Pergi Haji ke Mekkah
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JEDDAH- Di musim haji 2025 ini, ada hal unik terjadi, yaitu 3 jemaah calon haji asal Spanyol melakukan perjalanan bersejarah menggunakan kuda, melalui jalur darat.
Mereka disebut telah menghidupkan lagi nuansa tradisi bersejarah zaman dulu, yang terakhir kali dilakukan oleh muslim Andalusia sekitar lebih dari 500 tahun lalu ketika pergi haji.
Hal itu dilakukan oleh 3 orang sahabat berkuda dari Spanyol ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji tahun 2025 ini.
Melansir Arab News, Rabu (14/5/2025), mereka mencapai wilayah Perbatasan Utara Arab Saudi beberapa pekan lalu, tepat pada waktunya untuk menunaikan ibadah haji setelah menempuh jarak 8.000 km (4.970 mil), melalui Spanyol, Prancis, Italia, Slovenia, Kroasia, Bosnia, Serbia, Turki, Suriah dan Yordania.
Tiga pria Muslim Spanyol ini adalah Abdelkader Harkassi, Abdallah Hernandez dan Tariq Rodriguez.
Mereka memenuhi ambisi yang telah lama dipendam setelah memeluk Islam 35 tahun yang lalu.
Mereka ditemani oleh Bouchaib Jadil, seorang ahli konstruksi yang tinggal di Spanyol, yang memberikan dukungan logistik kepada tim dengan memimpin perjalanan menggunakan mobil.
Semuanya berawal ketika Abdullah Hernandez kembali memeluk Islam 35 tahun yang lalu.
Dia mengatakan kepada Arab News tentang bagaimana dia merasa bersyukur kepada Allah yang telah memberinya hidayah.
Dia lalu berjanji untuk melakukan ibadah haji seperti yang dilakukan oleh nenek moyangnya di Andalusia.
Tim ini berlatih selama dua tahun sebelum berangkat pada Oktober 2024 dari Masjid Al-Monaster, selatan Spanyol.
Setelah melintasi perbatasan Yordania pada 2 Mei 2025, ketiga sahabat ini tiba di kota Qurayyat di Provinsi Al-Jawf, di utara Arab Saudi pada hari Jumat setelah menempuh perjalanan menunggang kuda selama tujuh bulan yang luar biasa.
Selama singgah di Qurayyat, para jemaah calon haji ini dijamu oleh Kepala Pusat Al-Haditsa, Mamdouh Al-Mutairi, yang menyambut mereka di Kerajaan dan mendoakan agar mereka dapat menikmati masa tinggal yang menyenangkan dan haji yang mabrur.
Mereka diterima dengan sambutan hangat dari penduduk Qurayyat, yang berpose untuk foto-foto kenangan bersama mereka.
"Tim sangat bersemangat karena kami semakin dekat dengan Makkah dan Madinah. Kota-kota suci ini sangat istimewa bagi kami, dan kami sudah lama bermimpi untuk mengunjunginya. Hati kami merasa penuh dengan cinta dan harapan, dan kami menantikan momen ini dengan rasa hormat dan kebahagiaan yang mendalam," ujar Hernandez kepada Arab News, dilansir oleh Wartabanjar.com.
Melalui perjalanan ini, imbuhnya, ia ingin memulihkan rute bersejarah Andalusia dari Spanyol ke Harram Makkah.
"Ini juga merupakan perjalanan yang penuh tantangan di mana setiap langkah dirasakan oleh kami dan kuda-kuda, tetapi juga merupakan perjalanan untuk jiwa," tambahnya.
Rekannya, Harkassi, mengatakan bahwa mereka senang dapat menghidupkan kembali tradisi yang telah hilang tersebut.
Ia menambahkan bahwa timnya telah menabung dan berlatih selama beberapa tahun untuk melakukan perjalanan ini.
BACA JUGA: HEBOH! Foto Guru Sekumpul dan Guru Zuhdi Tak Terbakar Saat Kebakaran, ini Pembahasan Ilmiahnya
“Kami memulai perjalanan ini dengan niat murni untuk mewujudkan ibadah haji. Kami hampir sampai, dan semoga sisa perjalanan ini akan lebih mudah,” katanya.
Perjalanan mereka, yang meliputi berbagai lanskap dan kondisi cuaca ekstrem, dibagikan kepada para pengikutnya di media sosial.
"Melintasi perbatasan merupakan tantangan terbesar. Beberapa negara lebih sulit untuk dilewati daripada yang lain karena kuda tidak dianggap sebagai moda transportasi lagi, melainkan harus ‘diimpor’ ke setiap negara sebagai hewan ternak, tetapi Alhamdulillah, kami telah berhasil menyelesaikan semua dokumen sejauh ini," kata Hernandez.
Ekspedisi mereka, yang dikenal sebagai “Haji dengan Menunggang Kuda” atau "Hajj on Horseback" disambut hangat oleh umat Muslim dan non-Muslim setempat.
Hernandez menambahkan: "Kami telah diterima dengan tangan terbuka di mana pun kami pergi - setiap negara entah bagaimana berhasil menjadi lebih ramah daripada yang sebelumnya, Masya Allah."
"Baik di negara Muslim maupun non-Muslim, orang-orang menunjukkan keramahan yang luar biasa: Mengundang kami ke rumah mereka, berbagi makanan dengan kami, mendengarkan cerita kami dan terlibat dalam percakapan yang bermakna tentang Islam," katanya.
Kehangatan yang mereka alami di negara-negara Muslim sangat luar biasa, imbuhnya, yang mencerminkan rasa persatuan yang mendalam di antara umat Islam.
"Semangat yang indah ini terlihat jelas dalam video kami baru-baru ini dari Turkiye dan Suriah," katanya lagi.
Tim berangkat dengan dana terbatas, tetapi menerima dukungan dari umat Islam setempat untuk membiayai biaya perjalanan yang unik ini. (yayu)
Editor: Yayu