WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Fase II banjir rob akan melanda Kota Banjarmasin mulai esok, Rabu, 14 Mei 2025. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin meminta warga Banjarmasin agar waspada banjir rob. Baca Juga Heboh Acara Perpisahan Siswa di THM, Wali Murid SMAN 1 Sungai Tabuk Beri Tanggapan Berikut jadwal fase 2 banjir rob di Kota Banjarmasin : 1. Rabu, 14 Mei 2025 Pukul 13.00 Wita (2,5 Meter di atas permukaan laut/MDPL) 2.Kamis, 15 Mei 2025 Pukul 11.00 Wita s.d Pukul 16.00 Wita (2,6 Meter di atas permukaan laut/MDPL) 3.Jum'at, 16 Mei 2025 Pukul 11.00 Wita s.d Pukul 16.00 Wita (2,7 Meter di atas permukaan laut/MDPL) 4. Sabtu, 17 Mei 2025 Pukul 11.00 Wlta s.d Pukul 16.00 Wlta (2,8 Meter di atas permukaan laut/MDPL) 5. Minggu, 18 Mei 2025 Pukul 12.00 Wita s.d Pukul 17.00 Wita (2,8 Meter di atas permukaan laut/MDPL) 6. Senin, 19 Mei 2025 Pukul 13.00 Wita s.d Pukul 17.00 Wita (2,8 Meter di atas permukaan laut/MDPL) 7. Selasa, 20 Mei 2025 Pukul 13.00 Wita s.d Pukul 17.00 Wita (2,8 Meter di atas permukaan laut/MDPL) 8. Rabu, 21 Mei 2025 Pukul 13.00 Wita s.d Pukul 17.00 Wita (2,8 Meter di atas permukaanl laut/MDPL) laut/MDPL) 9.Kamis, 22 Mei 2025 Pukul 14.00 Wita s.d Pukul 17.00 Wita (2.7 Meter di at atas permukaan 10.Jum;at 23 Mei 2025 Pukul 15.00 Wita s.d Pukul 17.0O Wita (2,6 Meter di atas permukaan laut/MDPL) 11. Sabtu, 24 Mei 2025 Pukul 16.00 Wta (2,5 Meter di atas permukaan laut/MDPL) Fenomena banjir rob dikarenakan adanya fase bulan baru berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum. Hal ini berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir rob berpotensi terjadi di pesisir wilayah Kalimantan Selatan. Masyarakat pesisir pantai diimbau agar selalu waspada untuk mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut dan fenomena banjir rob. Pasang maksimum berpotensi terjadi di wilayah Perairan Muara Sungai Barito pada tanggal 1 Mei sampai 8 Mei 2025 pukul 10.00- 17.00 WITA dengan ketinggian maksimun mencapai 3.0 m. Wilayah berpotensi terdampak: Pesisir Perairan Barito Kuala, Banjar, Banjarmasin dan Tanah Laut. Hal ini berdampak pada terganggunya aktivitas keseharian masyarakat dan transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta perikanan darat.(atoe) Editor Restu