“Hey, keur naraon ieu? Ieuteh masjid! Astagfirullohaladzim, Ya Allah, Ya Robbi, Allahuakbar! Ya Allah, ieu ti mana ieu? Astagfirullohaladzim,” terdengar suara panik perekam video dalam bahasa Sunda, mengungkapkan kekagetan dan kemarahannya.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian setempat terkait penanganan kasus tersebut. Warga berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas untuk mencegah peristiwa serupa terulang.(Wartabanjar.com/newstasikmalayacom/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







