Antusiasme pelajar terhadap kegiatan ini begitu tinggi. Nabila, siswi kelas X-C TKJ, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru. Ia merasa lebih percaya diri untuk bersikap bijak dalam bermedia sosial.
“Saya sekarang lebih tahu pentingnya cek fakta sebelum berbagi informasi. Ternyata hoaks bisa datang dari mana saja,” ucap Nabila.
Hal senada diungkapkan Andika dari kelas X-F DKV. Ia mengaku kini lebih memahami cara membedakan berita yang layak disebarluaskan dan berita yang harus disaring.
“Kegiatan ini benar-benar membuka mata saya. Semoga makin banyak edukasi seperti ini di sekolah,” tambah Andika.
Kegiatan literasi ini merupakan rangkaian upaya KPID Kalsel dan Polda Kalsel untuk membentengi generasi muda dari bahaya hoaks. Dengan pemahaman yang kuat, diharapkan para pelajar dapat menjadi garda terdepan dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan beretika.(Wartabanjar.com/Ikhsan)
editor: nur muhammad







