Kadinkes Sebut Ditemukan 14 Kasus Malaria Selama Januari-April 2025 di Kabupaten Banjar
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA- Sepanjang Januari hingga April 2025, telah ditemukan 14 kasus malaria di 5 kecamatan Kabupaten Banjar, yakni Sungai Pinang, Pengaron, Aranio, Karang Intan dan Simpang Empat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Yasna Khairina melaporkan, bahwa seluruh kasus tersebut berasal dari luar daerah yang endemis malaria.
Pada pertemuan koordinasi lintas sektor dalam rangka peringatan Hari Malaria Sedunia Tingkat Kabupaten Banjar, di Hotel Roditha Banjarbaru, Jumat (25/4/2025) pagi, ia mengingatkan kita tetap waspada supaya tidak terjadi penularan lokal atau indigenous.
Kabupaten Banjar telah memperoleh sertifikat eliminasi malaria pada 2022.
Dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, saat ini tersisa tiga daerah yang masih menunggu hasil penilaian pusat, yakni Kabupaten Tanah Bumbu, Balangan dan Kotabaru.
Sementara itu, Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyie, saat membuka secara resmi pertemuan tersebut mengatakan peringatan Hari Malaria Sedunia ini menjadi momentum global untuk meningkatkan kesadaran terhadap malaria, penyakit yang dapat dicegah dan diobati namun masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di banyak negara.
Menurut Habib Idrus, peringatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai gejala, pencegahan serta pentingnya akses terhadap diagnosis dan pengobatan malaria.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat upaya pemberantasan malaria.
“Oleh karena itu, puskesmas dan kader kesehatan harus menjadi ujung tombak. Pelibatan masyarakat dalam pemantauan kasus dan pengobatan tuntas adalah kunci keberlanjutan,” ujarnya.
BACA JUGA: NERAKA DI TENGAH ISRAEL: Kobaran Api Landa Beit Shemesh, Ribuan Orang Dievakuasi
Ia berharap pertemuan ini dapat memperkuat komitmen, kolaborasi dan kepemimpinan dalam upaya eliminasi malaria, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, demi mewujudkan Kabupaten Banjar Bebas Malaria.
“Dengan dukungan dan peran aktif seluruh elemen masyarakat melalui aksi bersama, kita optimistis dapat mewujudkan Indonesia Bebas Malaria pada 2030,” tambahnya.
Pertemuan lintas sektor ini juga dihadiri Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Muslim, Kabid P2P Dinkes Banjar Marzuki, camat dari lima kecamatan, serta kepala UPTD puskesmas se Kabupaten Banjar. (mc banjar)
Editor: Yayu