Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa dialog publik ini merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri.
Melalui kegiatan ini, Polri membuka ruang dialog yang komunikatif untuk menyerap aspirasi, menggali masalah, dan merumuskan solusi secara kolaboratif.
“Melibatkan para akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pelajar dan mahasiswa, dialog ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan pemuda, khususnya di Kalimantan Selatan,” jelas Karo Penmas.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap dinamika zaman yang semakin kompleks, atau yang disebut sebagai era VUCA (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity).
Dalam situasi ini, pemuda dituntut adaptif, kreatif, dan memiliki pegangan kuat pada nilai budaya dan agama.
“Generasi muda kita, yang didominasi oleh Gen Z dan milenial, perlu terus dibekali literasi kebangsaan agar siap menghadapi tantangan global, sekaligus tetap menjaga identitas nasional yang beradab,” tegas Karo Penmas lagi. (ikhsan)
Editor: Yayu







