WARTABANJAR.COM, BANJARBARU– Dir Resnarkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Kelana Jaya mengatakan bahwa generasi muda memiliki posisi sentral dalam proses transformasi bangsa. Indonesia yang kini menjadi negara dengan populasi keempat terbesar di dunia, lanjutnya, memiliki bonus demografi yang sangat besar. Dengan 284 juta jiwa penduduk, peran pemuda menjadi kunci dalam membawa bangsa ini menjadi negara maju yang disegani secara global. Tak hanya itu, Polda Kalsel juga menyoroti pentingnya pembentukan karakter dan kecakapan abad 21 bagi pemuda. "Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga berintegritas, peduli sosial, serta mampu menjadi penggerak perubahan dari lingkup lokal hingga internasional," tuturnya saat hadir mewakili Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan di acara Dialog Publik bertema "Pemuda Tangguh Menyongsong Indonesia Emas" yang diselenggarakan oleh Divisi Humas Polri bersama Polda Kalimantan Selatan di Hotel Novotel, Kota Banjarbaru, Jumat (25/4/2025). Dialog ini juga menjadi momentum strategis untuk menggugah kesadaran dan memperkuat tekad kita bersama bahwa pemuda bukan hanya harapan masa depan tetapi juga pelaku utama perubahan hari ini. Bagi Polri, acara ini tak sekadar untuk menegaskan peran Polri membangun pemuda masa depan dan forum diskusi, namun menjadi ruang penting bagi institusi tersebut untuk menyatukan pemahaman dan mempererat kolaborasi lintas sektor dalam menyiapkan pemuda sebagai pilar utama menyambut satu abad Indonesia Merdeka di tahun 2045. BACA JUGA: NERAKA DI TENGAH ISRAEL: Kobaran Api Landa Beit Shemesh, Ribuan Orang Dievakuasi Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa dialog publik ini merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri. Melalui kegiatan ini, Polri membuka ruang dialog yang komunikatif untuk menyerap aspirasi, menggali masalah, dan merumuskan solusi secara kolaboratif. "Melibatkan para akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pelajar dan mahasiswa, dialog ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan pemuda, khususnya di Kalimantan Selatan," jelas Karo Penmas. Ia juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap dinamika zaman yang semakin kompleks, atau yang disebut sebagai era VUCA (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity). Dalam situasi ini, pemuda dituntut adaptif, kreatif, dan memiliki pegangan kuat pada nilai budaya dan agama. "Generasi muda kita, yang didominasi oleh Gen Z dan milenial, perlu terus dibekali literasi kebangsaan agar siap menghadapi tantangan global, sekaligus tetap menjaga identitas nasional yang beradab," tegas Karo Penmas lagi. (ikhsan) Editor: Yayu