WARTABANJAR.COM, BANJARBARU– Memperingati 95 tahun perjalanan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kalimantan Selatan (Kalsel) berziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Bumi Kencana, Landasan Ulin, Banjarbaru, Sabtu (19/4/2025). Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat ini dipimpin langsung oleh Ketua Asprov PSSI Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman atau yang akrab disapa Bang Hasnur. Turut hadir juga di ziarah ini jajaran pengurus Asprov, legenda-legenda Barito Putera, serta tokoh-tokoh sepak bola Banua untuk ikut memberikan penghormatan kepada para pahlawan yang dimakamkan di sana. Dalam prosesi tersebut, Bang Hasnur bertindak sebagai pembina upacara, memimpin penghormatan kepada arwah para pahlawan serta tabur bunga di pusara para tokoh yang berjasa besar dalam memajukan olahraga, khususnya sepak bola, di Kalimantan Selatan. "Hari ini, 19 April 2025, PSSI genap berusia 95 tahun. Usia yang panjang dan sarat dengan sejarah perjuangan," ujar Bang Hasnur. Ia juga menegaskan bahwa tradisi ziarah ini adalah warisan dari mendiang ayahnya, Haji Abdussamad Sulaiman bin Haji Basirun, sosok yang pernah menjabat sebagai Komda PSSI Kalsel. "Ziarah ini bukan hanya tradisi, tapi wujud penghormatan kepada para pendahulu kita yang telah mengabdikan diri untuk kemajuan sepak bola Banua," ucap Bang Hasnur. Ini sekaligus juga menjadi pengingat bagi pihaknya untuk terus melanjutkan semangat dan dedikasi mereka. BACA JUGA: Quick Count Dozer 2025: Lisa-Wartono Unggul di PSU Banjarbaru, Raup 50,77% Tak berhenti di TMP Bumi Kencana, rombongan juga melanjutkan perjalanan ke makam almarhum H. Ismairi, mantan pemain dan pelatih kiper Barito Putera. Bang Hasnur mengenang sosok H. Ismairi sebagai pribadi yang penuh loyalitas dan kecintaan terhadap klub. "Beliau bukan hanya bagian dari Barito Putera, tetapi juga keluarga kami. Saat beliau menikah, acaranya digelar di rumah Abah dan Mama di Kampung Melayu," imbuhnya. Tak hanya itu, H. Ismairi semasa hidupnya juga sempat tinggal satu bulan bersama keluarga Bang Hasnur. "Ini bukti bahwa sekali keluarga, selamanya tetap keluarga," tutup Bang Hasnur dengan penuh haru. (Ramadan) Editor: Yayu