9 Hari, Dua Insiden Tongkang Batu Bara Hantam Rumah Warga di Batola, Pengemudi Ngantuk dan Kru Sibuk Main HP
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, MARABAHAN – Warga Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, kembali dihebohkan dengan insiden tongkang batu bara yang menabrak rumah warga. Tak tanggung-tanggung, dalam kurun waktu hanya sembilan hari, dua kejadian serupa terjadi di bantaran Sungai Barito.
Peristiwa terbaru terjadi pada Senin (14/4/2025) sore, ketika tongkang Pulau Tiga 3456 yang ditarik kapal tugboat SM Karya menyenggol dapur rumah warga dan keramba di Desa Sungai Lirik, Kecamatan Bakumpai, Batola. Video insiden ini pun viral di media sosial setelah diunggah oleh warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tongkang tersebut tengah berlayar dari arah Banjarmasin menuju Sungai Puting. Saat melintas di lokasi kejadian, kapal berpapasan dengan tugboat lain yang juga menarik tongkang, hingga terjadi manuver yang menyebabkan insiden tersebut.
BACA JUGA:VIDEO – Dokter Kandungan di Garut Diduga Raba-raba Dada Pasien Dinonaktifkan
Pengemudi Mengantuk
Sembilan hari sebelumnya, tepatnya Kamis (6/4/2025) pagi, sekitar pukul 07.30 Wita, tongkang batu bara tanpa muatan yang ditarik tugboat KSA 144 menabrak dua rumah dan satu dapur warga di Desa Asia Baru, Kecamatan Kuripan, Batola.
Sekretaris Desa Asia Baru, Akhmad Salihin, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan bahwa rumah milik Edi dan Mahlan, serta dapur milik Nur Asiah, hancur akibat ditabrak.
Menurut pengakuan kapten kapal kepada polisi, penyebab insiden adalah karena ia mengemudi dalam keadaan mengantuk. Sementara itu, salah satu kru kapal yang berada di belakang kapten malah sibuk bermain ponsel, sedangkan kru lainnya sedang tertidur.
“Ada satu kru yang di belakang kapten, tapi dia sibuk main HP. Kru lainnya tidur. Itu pengakuan mereka ke polisi,” kata Salihin.
Warga Minta Pengawasan Diperketat
Dua insiden berturut-turut ini memicu kekhawatiran warga Batola, khususnya mereka yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Barito. Mereka berharap pemerintah daerah dan otoritas pelayaran segera memperketat pengawasan terhadap aktivitas kapal tongkang, terutama soal kelayakan kru dan standar keselamatan.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait soal langkah hukum atau ganti rugi atas insiden yang terjadi.(Wartabanjar.com/kalimantan_berbagi.info/sampitvgram)
editor: nur muhammad