BR-V Bawa Rokok Ilegal Vs Bus Bonek di Tol, Korban Bertambah, Ini Penjelasan Polisi
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, PEKALONGAN – Tragedi kecelakaan maut antara bus rombongan suporter Persebaya Surabaya (Bonek) dan sebuah mobil Honda BR-V di Tol Pekalongan, Jawa Tengah, menelan dua korban jiwa. Peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu (12/4/2025) dan hingga Minggu (13/4/2025), korban tewas bertambah menjadi dua orang.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Pekalongan, AKP Roni Hidayat, mengungkapkan bahwa korban terbaru adalah Fauzi Ramdani (29), pengemudi mobil BR-V asal Sukajaya, Tamansari, Bogor, yang sempat dirawat di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.
“Untuk update terakhir, sopir meninggal tadi malam pukul 18.30 WIB,” ujar Roni kepada wartawan, dikutip dari nixnews.id.
Fauzi sebelumnya sempat dilarikan ke RSU Aro Pekalongan guna mendapatkan perawatan intensif akibat luka serius yang dideritanya.
Bawa Ribuan Rokok Ilegal
Satu korban lainnya, yakni penumpang mobil BR-V bernama Muhamad Hatdiansyah (29), warga Cikaret, Bogor Selatan, meninggal di tempat akibat luka parah di dada dan patah di kedua kaki.
Lebih lanjut, pihak kepolisian mengungkap temuan mencengangkan dari kendaraan BR-V tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa mobil tersebut membawa muatan ribuan batang rokok tanpa cukai alias ilegal.
“Barang bukti ribuan rokok tanpa cukai masih berada di exit tol Bojong,” ujar Roni.
Diduga Ada Kejanggalan, Polisi Bantah Isu Pengemudi Kabur dari Razia
Muncul kabar bahwa pengemudi BR-V sengaja melawan arah karena ingin menghindari razia petugas. Namun, kabar tersebut dibantah tegas oleh pihak kepolisian.
“Itu saya juga heran siapa yang menyebarkan informasi seperti itu. Siapa yang menggiring opini ada razia? Razia apa? Kan kita tidak pernah melakukan razia di tol,” tegas Roni.
Menurut Roni, dugaan kuat mengarah pada kondisi mencurigakan dari pengemudi mobil.
“Kalau menurut analisis kami, memang ada yang tidak beres dengan sopir,” tambahnya.
Bus Rombongan Bonek Masih Diselidiki
Polisi juga masih mengumpulkan keterangan dari berbagai saksi, termasuk Daniel Setiya Pribadi (33), sopir bus Fransindo Trans yang mengangkut suporter Persebaya dan terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Proses penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tragis ini. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.(Wartabanjar.com/nixnews.id/berbagai sumber)
Editor: Nur Muhammad