WARTABANJAR.COM, PARIS - Setelah China, kini giliran Prancis melakukan perlawanan terhadap kebijakan ekonomi yang ditempuh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sebagaimana diketahui, Donald Trump memberlakukan tarif impor yang dinilai tinggi, termasuk terhadap Prancis. Menteri Ekonomi Prancis, Eric Lombard, meminta perusahaan-perusahaan Prancis menangguhkan investasi mereka ke Amerika Serikat. Lombard beralasan, sikap tersebut untuk menunjukkan sikap patriotisme para pengusaha Prancis. Baca juga:China Membalas! Terapkan Tarif Impor dengan Besaran yang Sama Terhadap Amerika Seruan Lombard muncul setelah Presiden Emmanuel Macron meminta perusahaan Prancis menunda investasi sebagai bentuk respons terhadap kebijakan tarif dagang sepihak yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump. Macron menilai bahwa melanjutkan investasi tanpa kejelasan dari Washington hanya akan memberikan sinyal yang salah. Lombard menegaskan bahwa membuka pabrik atau memperluas bisnis di AS saat ini justru akan menguntungkan negara tersebut di tengah ketegangan perdagangan. Ia juga menyatakan bahwa Uni Eropa akan merespons kebijakan tarif Trump, namun bukan dengan langkah serupa. Menurutnya, respons bisa dilakukan lewat pengaturan standar, pertukaran data, hingga pajak, dengan fokus pada produk-produk yang tidak akan mengganggu rantai pasok Eropa. Lombard menekankan pentingnya membalas dengan cara yang strategis dan tidak merugikan kepentingan internal Eropa. (Berbagai sumber) Editor: Erna Djedi