Di Balik Kostum Gundam dan Kuntilanak: Kisah Pejuang Rupiah di Pasar Wadai Ramadhan
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN– Pasar Wadai Ramadhan di Jalan Jenderal Sudirman, Banjarmasin diramaikan oleh kehadiran sejumlah orang yang cosplay memakai kostum khusus untuk menghibur pengunjung.
Mereka memakai kostum Gundam raksasa, Kuntilanak mistis, Transformers gagah, hingga Manusia Silver yang mematung di antara kerumunan warga.
Di balik kostum-kostum unik ini, tersembunyi kisah perjuangan orang-orang yang meraup rezeki dengan cara kreatif.
Adun, misalnya, pria asal Sungai Gampa, Marabahan ini mengenakan kostum Gundam yang megah.
Ia berjalan di antara pengunjung, mengundang mereka untuk berfoto.
Kotak donasi kecil di tangannya menjadi tempat pengunjung memberikan uang seikhlasnya.
Dengan kerja keras dari pukul 17.00 hingga 22.00 WITA, ia bisa mengantongi hingga Rp300 ribu per hari.
Tak jauh darinya, ada kakaknya, Adan, beraksi dengan kostum Transformers.
Dia bercerita, penghasilannya bisa melonjak drastis saat ada festival besar.
“Waktu Batulicin Festival 2024, saya dapat Rp4 juta dalam tiga hari,” katanya bangga, Jumat (28/3/2025).
[caption id="attachment_302434" align="alignleft" width="225"]
Aksi Adan dan Adun, warga Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Kalsel memakai kostum Gundam untuk menghibur para pengunjung Pasar Wadai Ramadhan Banjarmasin, Jumat (28/3/2025) sore. Foto: Wartabanjar.com/Ramadan[/caption]
Lalu ada Manusia Silver, pemuda yang tubuhnya berkilauan karena cat perak. Dengan gerakan khas patung hidup, menarik perhatian anak-anak hingga orang dewasa.
“Kalau ramai, sehari bisa dapat Rp250 ribu, tapi kalau sepi, paling cuma Rp100 ribu,” ujar Adan.
Walau begitu, perjuangan mereka tak selalu mulus.
Hujan menjadi musuh utama kostum mereka yang tak tahan air.
Cat perak Manusia Silver mereka juga bisa luntur.
“Kalau hujan, ya cuma bisa berteduh dan berharap besok lebih baik,” kata Adun.
Mereka bukan hanya tampil di Banjarmasin.
Bersama rekannya, Tam, yang mengenakan kostum Kuntilanak dari Bandung, mereka telah berkeliling ke Palangkaraya dan Lamandau, Kalimantan Tengah.
BACA JUGA: Seruan Boikot Produk-produk Israel dan AS Kembali Bergema, Aksi Yaumul Quds di Banjarmasin
Saat ada pameran, Adan bahkan merangkap sebagai penjual es, membuktikan bahwa pekerja lapangan harus serba bisa.
Bagi mereka, kerja keras bukan hanya tentang mencari uang, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain.
Di balik tawa pengunjung yang berfoto dengan mereka, ada semangat pantang menyerah.
Mereka bukan sekadar pemakai kostum mereka adalah seniman jalanan yang menghidupkan suasana Pasar Wadai Ramadhan dengan keringat dan kreativitas.(Ramadan)
Editor: Yayu
Aksi Adan dan Adun, warga Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Kalsel memakai kostum Gundam untuk menghibur para pengunjung Pasar Wadai Ramadhan Banjarmasin, Jumat (28/3/2025) sore. Foto: Wartabanjar.com/Ramadan[/caption]
Lalu ada Manusia Silver, pemuda yang tubuhnya berkilauan karena cat perak. Dengan gerakan khas patung hidup, menarik perhatian anak-anak hingga orang dewasa.
“Kalau ramai, sehari bisa dapat Rp250 ribu, tapi kalau sepi, paling cuma Rp100 ribu,” ujar Adan.
Walau begitu, perjuangan mereka tak selalu mulus.
Hujan menjadi musuh utama kostum mereka yang tak tahan air.
Cat perak Manusia Silver mereka juga bisa luntur.
“Kalau hujan, ya cuma bisa berteduh dan berharap besok lebih baik,” kata Adun.
Mereka bukan hanya tampil di Banjarmasin.
Bersama rekannya, Tam, yang mengenakan kostum Kuntilanak dari Bandung, mereka telah berkeliling ke Palangkaraya dan Lamandau, Kalimantan Tengah.
BACA JUGA: Seruan Boikot Produk-produk Israel dan AS Kembali Bergema, Aksi Yaumul Quds di Banjarmasin
Saat ada pameran, Adan bahkan merangkap sebagai penjual es, membuktikan bahwa pekerja lapangan harus serba bisa.
Bagi mereka, kerja keras bukan hanya tentang mencari uang, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain.
Di balik tawa pengunjung yang berfoto dengan mereka, ada semangat pantang menyerah.
Mereka bukan sekadar pemakai kostum mereka adalah seniman jalanan yang menghidupkan suasana Pasar Wadai Ramadhan dengan keringat dan kreativitas.(Ramadan)
Editor: Yayu