Sempat Viral, Begini Pengakuan Paman Pentol di Cemara Ujung Sering Dipalak Remaja
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Sebuah video yang merekam aksi pemalakan terhadap seorang pedagang pentol di Jalan Cemara Raya, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, viral di media sosial pada Rabu (26/3/2025).
Dalam video tersebut, seorang pria terlihat mengambil pentol tanpa membayar, kejadian yang disebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
Pedagang pentol yang menjadi korban itu, bernama Agung, mengungkapkan bahwa aksi pelaku bukan hal baru.
"Sudah lama sekali, 3-4 tahun lah, dia sering begitu setiap kali ketemu," ungkapnya.
Baca juga:Jurus Sri Mulyani Dongkrak Penerimaan Negara di Tengah Ekonomi Sulit
Tak hanya sering mengambil dagangannya tanpa membayar, pelaku juga diduga kerap mencuri barang milik orang lain.
"Dia itu sebenarnya kerjaannya memang maling. Saya bukan nuduh, tapi orang-orang di sekitar sini juga bilang begitu," tutur Agung.
"Bahkan saya pernah kehilangan powerbank karena diambil oleh pelaku," tambahnya.
Agung mengaku penghasilannya sebagai pedagang pentol tidak menentu, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
"Kadang cuma dapat Rp50 ribu sehari, kadang lebih, tapi biasanya pas-pasan aja," ujarnya.
Namun, pelaku justru sering mengambil pentol dengan nilai lebih dari Rp10 ribu.
Baca juga:Hadiri Buka Puasa PWI Kalsel, Wagub Hasnuryadi Sebut Media Berperan dalam Pembangunan
Agung sendiri tinggal bersama teman-teman seprofesinya di belakang Puskesmas Ansari Saleh.
"Keluarga saya ada di Jawa, saya di sini tinggal bareng teman-teman kerja," jelasnya.
Agung berjualan dari sore hingga dini hari, tergantung dagangannya laku atau tidak.
"Biasanya mulai sebelum atau setelah magrib, kalau habis cepat, saya pulang lebih awal, tapi paling lama sampai jam 1-2 malam," ucapnya.
Meski sering berulah, Agung mengaku tidak mengetahui pasti di mana pelaku tinggal.
"Katanya di daerah Sungai Miai, tapi alamat pastinya saya kurang tahu," katanya.
Saat ini, pelaku telah meminta maaf atas perbuatannya, namun proses hukum tetap berjalan.
"Kalau secara manusia, ya saya maafkan. Tapi kalau secara hukum, masih berjalan, saya harus lapor setiap Senin dan Kamis," jelas Agung.
Menurut informasi yang ia dengar, jika pelaku kembali melakukan tindakan kriminal, pihak berwenang akan segera menangkapnya.
"Saya dengar katanya kalau dia melakukannya lagi, bakal ditangkap," papar Agung.
Pelaku sendiri disebut masih di bawah umur dan pernah mendekam di penjara di Kalimantan Tengah.
"Kalau nggak salah, dia pernah masuk penjara, tapi saya nggak tahu detailnya," sambungnya.
Sebagai pedagang kecil, Agung berharap aparat berwenang bisa menangani kasus ini dengan baik.
"Saya nggak menuntut macam-macam, yang penting keamanan terjaga, biar saya bisa dagang dengan tenang," harapnya.
Kasus ini menjadi sorotan, mengingat masih adanya aksi premanisme yang menyulitkan para pedagang kecil yang berjuang mencari nafkah.
Polisi diharapkan bisa mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (Ramadan)
Editor: Erna Djedi