“Saya berteriak dan berlari ke setiap ruangan untuk memanggil tenaga medis, tapi tidak ada satu pun petugas yang datang,” ujarnya seperti dikutip di @kompascom.
Setelah sekitar 30 menit, seorang petugas akhirnya datang dan memanggil rekan-rekannya. Namun, nyawa RU tak tertolong. “Sayangnya, ponakan saya sudah meninggal saat petugas datang,” tambah Gani.
Menanggapi peristiwa ini, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang, dr Abdulloh Najich, membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Puskesmas Torjun dan mendapat penjelasan bahwa saat kejadian, petugas kesehatan sedang mengganti infus pasien lain di ruangan belakang.
Kasus ini menimbulkan sorotan publik terhadap pelayanan kesehatan di Sampang. Keluarga korban berharap ada evaluasi dan peningkatan sistem pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang.(Wartabanjar.com/kompascom)
editor: nur muhammad







