WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Kalimantan Selatan, Muhammad Akbar Said, menegaskan komitmennya untuk membeli gabah langsung dari petani tanpa harus menunggu mereka datang. "Sesuai instruksi direksi, kami menerapkan sistem jemput bola dengan langsung ke sawah. Jadi, bukan petani yang datang, tetapi kami yang mendatangi mereka," ujar Akbar Said dalam acara buka puasa bersama dengan awak media di Banjarmasin, Rabu (16/3/2025). BACA JUGA:Mentan Amran Copot Pemimpin BULOG Kalsel, Ternyata Segini Harta Dani Satrio di e-LHKPN Akbar Said menambahkan bahwa BULOG akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan TNI untuk memperoleh informasi lokasi panen. "Begitu ada panen, kami segera datang dan melakukan pembayaran tunai di tempat," tegasnya. Target Serapan Gabah Capai 6.000 Ton BULOG Kalsel menargetkan pembelian gabah hingga 6.000 ton setara beras hingga akhir April 2025. Saat ini, serapan gabah telah melampaui target dengan realisasi sebesar 6.280 ton atau setara dengan 110 persen dari target awal. "Jika dikonversi ke bentuk gabah, totalnya mencapai 20.000 ton. Untuk ke depannya, target akan terus ditingkatkan," jelas Akbar Said. Saat ini, BULOG telah menyerap sekitar 313 ton stok yang ada, dengan realisasi gabah mencapai lebih dari 600 ton, dibeli dengan harga Rp6.500 per kilogram. Wilayah Panen dan Stok Pangan Terjamin Gabah yang dibeli BULOG berasal dari berbagai wilayah di Kalimantan Selatan, seperti Barabai (Hulu Sungai Tengah), Hulu Sungai Selatan, Tanah Laut, Barito Kuala, dan Kabupaten Banjar. "Sebagai pimpinan baru, saya juga sekaligus mengenal wilayah-wilayah panen utama di Kalsel. Panen di sini terjadi sepanjang tahun, dengan distribusi berbeda di tiap daerah," ungkapnya. Selain gabah, ketersediaan stok pangan di BULOG Kalsel juga diklaim aman. Saat ini, stok beras mencapai 25.900 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tujuh bulan ke depan. Sementara itu, stok beras premium mencapai 876 ton. BACA JUGA:BREAKING NEWS Petani Tanah Laut Menjerit Gegara Harga Gabah Murah! Mentan Amran Copot Pimpinan BULOG Kalsel "Untuk komoditas lain seperti gula pasir, tersedia 145 ton, minyak goreng sebanyak 17.000 liter, dan tepung terigu masih ada 467 kilogram. Insya Allah, stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," pungkas Akbar Said. Dengan sistem pembelian langsung dan pembayaran tunai, diharapkan kesejahteraan petani semakin meningkat dan ketahanan pangan di Kalimantan Selatan tetap terjaga. Mentan Copot Pemimpin BULOG Kalsel Sebelumnya Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman resmi mencopot Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Kalimantan Selatan terdahulu yaitu, Dani Satrio, akibat kinerjanya yang dinilai tidak memuaskan. “Saya kecewa dengan BULOG hari ini. Petani menunggu kepastian harga di sawah, tapi BULOG malah menunggu di gudang. Ini nggak bisa dibiarkan! Harus ada perbaikan sistem. Kalau ada yang tidak mau bekerja untuk rakyat, lebih baik minggir!” tegas Mentan Amran saat menghadiri panen raya di Kabupaten Tanah Laut, Selasa (18/3/2025) malam. Keputusan ini diambil setelah keluhan datang dari petani di Desa Maluka, Kabupaten Tanah Laut. Mereka mengaku terpaksa menjual gabah ke tengkulak dengan harga jauh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yaitu hanya Rp5.300 hingga Rp5.600 per kilogram. BULOG dinilai kurang responsif dan sulit dihubungi saat petani membutuhkan kepastian penyerapan hasil panen.(Wartabanjar.com/nur muhammad) editor: nur muhammad