WARTABANJAR.COM - Pelatih timnas Spanyol, Luis de la Fuente, menunjukkan sikap respek terhadap keyakinan Lamine Yamal yang tetap menjalankan ibadah puasa di tengah padatnya jadwal bersama klub dan tim nasional. Wonderkid Barcelona itu harus menyeimbangkan latihan dan pertandingan yang berlangsung bertepatan dengan Bulan Ramadan. Sebagai muslim taat, Yamal tetap menjalankan puasanya meski harus berlatih dan bertanding dengan intensitas tinggi. Winger muda kelahiran Llobregat ini memiliki darah Maroko dari ayahnya dan keturunan Guinea Ekuatorial dari sang ibu. Ia telah terbiasa berpuasa sambil bermain sepak bola, baik di klub maupun timnas. Namun, situasi ini menjadi pengalaman pertama bagi pelatih timnas Spanyol, Luis de la Fuente. Untuk pertama kalinya, Tim Matador memiliki pemain yang menjalani pertandingan internasional sambil berpuasa. Sebelum Yamal, ada Adama Traore dan Ansu Fati yang juga beragama Islam, tetapi mereka tidak pernah membela timnas Spanyol saat Ramadan berlangsung. Meski demikian, De la Fuente tidak mempermasalahkan keputusan Yamal dan justru memberikan dukungan penuh. Ia menegaskan bahwa tim nasional menghormati keyakinan seluruh pemainnya. "Kami selalu menghormati keyakinannya. Dia dalam kondisi luar biasa untuk bermain," ujar De la Fuente. "Dia menjalankan agamanya dengan baik, dan kami mendukungnya sepenuhnya. Ini adalah sesuatu yang normal bagi kami." Pelatih berusia 62 tahun itu juga percaya bahwa tim medis dan ahli nutrisi telah mengatur pola makan serta istirahat Yamal agar tetap prima meski sedang berpuasa. Talenta besar jebolan La Masia ini memang menjadi sosok kunci bagi timnas Spanyol. Meski masih belia, aksi-aksi Yamal kerap menjadi pembeda bagi La Furia Roja dan Barcelona. Sejauh ini, ia telah mencetak 3 gol dan 8 assist dalam 18 laga bersama timnas senior, serta menyumbang 20 gol dan 24 assist untuk Barcelona dalam 89 pertandingan. Berkat performa gemilangnya, banyak pihak mulai melihat Yamal sebagai calon penerus Lionel Messi. Namun, De la Fuente enggan membandingkan keduanya dan memilih untuk fokus pada perkembangan sang pemain muda. "Dia memiliki potensi besar dengan kualitas, kepercayaan diri, dan keberanian yang luar biasa," kata De la Fuente. "Tapi saya selalu mengingatkan bahwa dia masih 17 tahun. Perjalanannya masih panjang, dan dia akan menghadapi berbagai tantangan." "Yang terpenting adalah mendukungnya agar berkembang dengan baik tanpa tekanan berlebihan." "Mudah-mudahan, kita akan melihatnya menjadi pemain legendaris yang menandai era baru sepak bola," tutupnya.(Wartabanjar.com/bolasport.com) editor: nur muhammad