Hadits di atas mengisyaratkan bahwasanya Ramadhan bukanlah bulan yang biasa-biasa saja, kemulian yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya.
Saat ini kita sudah berada pada pengujung Ramadhan, tidak lama lagi ia akan pergi meninggalkan kita. Maka, jadikanlah perpisahan kita dengan Ramadhan menjadi perpisahan yang terindah, dengan menuntaskan amal-amal saleh yang kita lakukan di dalamnya.
Rasulullah shalallahu a’laihi wasallam mencontohkan kepada kita seperti apa yang beliau lakukan pada hari-hari pengujung Ramadhan. Ummul Mukminin menceritakan kepada kita:
“Rasulullah saw jika memasuki sepuluh hari terakhir dari Ramadhan, mengencangkan sarungnya, dan menghidupkan malam-malamnya, serta membangunkan keluarganya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Beberapa alasan mengapa kita harus menuntaskan amal ibadah kita di hari-hari terakhir Ramadhan, di antaranya :
1. Memastikan bukan golongan mereka yang gagal pada Ramadhan.
Hari-hari di pengujung Ramadhan seperti halnya ‘injury time’, seorang muslim hendaklah semakin bersungguh-sungguh dalam ketaatan dan ibadahnya, karena saat ini merupakan kesempatan kita untuk menutup kekurangan ibadah kita pada hari-hari sebelumnya.
Rasulullah shalallahu a’laihi wasallam pernah menyebutkan tiga golongan yang paling merugi, di antara mereka ialah yang tidak memanfaatkan kesempatan bulan ini untuk sebagai penggugur dari dosa-dosanya.
Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Celakalah seseorang, (saat) aku disebut-sebut di depannya dan ia tidak mengucapkan shalawat kepadaku. Dan celakalah seseorang, Ramadhan menemuinya kemudian keluar sebelum ia mendapatkan ampunan, dan celakalah seseorang yang kedua orang tuanya berusia lanjut namun kedua orang tuanya tidak dapat memasukkannya ke dalam Surga (karena kebaktiannya).” (HR at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)







