Malam Ini Fenomena Gerhana Bulan Total “Blood Moon’, Bisa Dilihat di Wilayah Timur Indonesia

Proses gerhana ini dimulai dengan tahap penumbra pada pukul 03.57 UTC, disusul oleh gerhana sebagian pada pukul 05.09 UTC. Kemudian dilanjutkan dengan fase gerhana total yang dimulai pukul 06.26 UTC.

Adapun gerhana penuh akan berakhir pukul 07.31 UTC, yang diikuti dengan berakhirnya gerhana sebagian pada 08.47 UTC. Akhir dari seluruh rangkaian gerhana ditandai dengan selesainya tahap penumbra pada pukul 10.00 UTC.

Lantas apakah fenomena Gerhana Bulan Total “Blood Moon” ini dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia?

Sayangnya, menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan, gerhana Bulan total pada 14 Maret 2025 tidak bisa disaksikan di seluruh Indonesia. Fenomena ini dapat diamati dari sebagian wilayah Indonesia bagian timur.

Seluruh fase gerhana kali ini hanya terlihat di Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Afrika, serta Oseania dengan wilayah sebagai berikut: Amerika Utara (Amerika Serikat, Alaska, Hawaii, Kanada, dan Meksiko) Amerika Selatan (Brasil, Argentina, Chile) Eropa (Spanyol, Perancis, Inggris) Afrika (Afrika Barat, Tanjung Verde, Maroko, Senegal) Oseania (Selandia Baru). Selain itu, gerhana Bulan sebagian juga bisa terlihat dari Eropa, sebagian besar Asia, Australia, dan Afrika, seluruh Amerika Utara dan Selatan, Pasifik, Atlantik, Arktik, dan Antartika.

Peta visibilitas Gerhana Bulan Total pada 14 Maret 2025 [Foto: infoastronomy.org]
Sedangkan masyarakat di Indonesia bagian timur hanya bisa menyaksikan fase akhir gerhana total, yang akan berlangsung hingga pukul 16.31 WIT. Setelah itu, gerhana penumbra akan berakhir sekitar pukul 19.00 WIT.

Lintasan Gerhana Bulan Total 14 Maret 2025 [Video: seputarluarangkasa]
Meski tidak terlihat di seluruh wilayah Indonesia namun dampak dari fenomena gerhana Bulan total tetap dapat dirasakan seperti air laut pasang maksimum, risiko banjir rob di wilayah pantai, serta cuaca buruk. (Erna Djedi)