WARTABANJAR.COM, BANDUNG – PT PLN (Persero) bersama PT Pindad resmi menjalin kerja sama strategis untuk mempercepat pengembangan pembangkit listrik bersih di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T). Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung pada Senin (10/3/2025) di Graha Pindad, Bandung, Jawa Barat. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dan Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa. Ruang lingkup kerja sama ini mencakup studi pengembangan potensi pembangkit pikohidro dan mikrohidro guna mendukung elektrifikasi serta transisi energi di Indonesia. Indonesia Dorong Inovasi Teknologi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto mendorong Indonesia untuk bersaing dengan negara-negara maju dengan memperkuat industri berbasis teknologi dan inovasi. BACA JUGA:Ramadan “Light Up The Dream”: Donasi Pegawai PLN Hadirkan Listrik Gratis untuk 2.597 Keluarga Prasejahtera “Salah satu program kami adalah mengajak industri untuk terlibat dalam riset dan inovasi. Saya yakin riset dan inovasi merupakan fondasi utama dalam pertumbuhan industri yang lebih maju,” ujar Brian. Kolaborasi Strategis PLN & Pindad Wujudkan Energi Terbarukan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk memproduksi generator pikohidro dan mikrohidro, sekaligus mengelola operasional dan pemeliharaannya. Langkah ini dianggap sebagai solusi strategis untuk memanfaatkan sumber daya alam demi kesejahteraan masyarakat dan percepatan transisi energi di Indonesia. “Kolaborasi PLN dan Pindad ini menjadi solusi ketahanan energi untuk menyediakan listrik yang bersih, murah, dan mudah diakses. Ini adalah bagian dari visi pertumbuhan ekonomi 8%. Melalui kerja sama ini, kami ingin mengoptimalkan energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan serta memperluas akses listrik hingga pelosok negeri,” jelas Darmawan. Sejak 1988, PLN dan Pindad telah berkolaborasi dalam proyek ketenagalistrikan, termasuk pemeliharaan generator dan rehabilitasi peralatan listrik. MoU ini menandai lanjutan dari kemitraan strategis kedua BUMN dalam mendukung ketahanan energi nasional. Sinergi Pemerintah & BUMN Percepat Pertumbuhan Nasional Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah dan BUMN untuk mendorong inovasi, penggunaan produk dalam negeri, serta kemajuan strategis nasional. “Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan multiplier effect ekonomi yang tinggi, mendukung target pertumbuhan ekonomi Pemerintah, serta menjadi tulang punggung di berbagai sektor strategis seperti pertahanan, energi, infrastruktur, dan material maju,” ujar Sigit. PLN Optimalkan Elektrifikasi di Kalimantan Secara terpisah, General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menyatakan bahwa program ini sejalan dengan komitmen PLN dalam meningkatkan Rasio Elektrifikasi di Indonesia, terutama di wilayah Kalimantan. “Listrik adalah kebutuhan utama yang harus dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Kami berharap program ini dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah yang masih minim akses listrik,” kata Riko. Dengan kolaborasi ini, diharapkan pembangunan energi bersih semakin masif dan berkontribusi terhadap percepatan elektrifikasi nasional.(*/PT PLN) editor: nur muhammad