Kiai muda yang saat ini mengemban amanah Ketua PCNU Tulungagung itu mengatakan, Kiai Anwar setelah mengimami Shalat Dhuhur kadang istirahat, atau menerima tamu, dan lain-lain.
Pada sore hari setelah mengimami Shalat Ashar di Pondok Putri, Kiai Anwar biasa ngaji Kitab Dalailul Khairat yang diikuti oleh para santri putri. Maghrib, Isya’ dan Tarawih beliau mengimami di Pondok Putri.
Usai Shalat Tarawih, Kiai Anwar ngaji dua kitab untuk santri putra dan putri.
“Pertama, setiap tahun secara istiqamah membaca kitab Syarh Ta’limul Muta’allim dan yang kedua berganti-ganti setiap tahunnya,” bebernya.
Gus Bagus menerangkan pengajian malam Ramadhan berlangsung sampai sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah itu kemungkinan beliau istirahat, dan sekitar jam 2 malam secara istiqomah bangun untuk shalat malam dan i’tikaf di Masjid Lawang Songo Lirboyo.
“Demikian aktivitas Kiai Anwar selama Ramadhan yang saya tahu. Keistiqamahan beliau ngaji, mengimami shalat maktubah dan seterusnya tidak hanya di bulan Ramadhan, namun juga di luar Ramadhan,” tambahnya.
Gus Bagus sendiri mondok di Lirboyo antara tahun 90-an sampai 2005 sangat hafal. Khusus pada setiap hari Jum’at, sekitar setengah jam sebelum masuk waktu shalat Jum’at, beliau sudah berada di Masjid Lawang Songo Lirboyo.
Kiai Anwar menurut Gus Bagus akan mengimami bacaan shalawat Jibril sampai masuk waktu shalat Jum’at. Kemudian beliau berkhutbah dan mengimami shalat Jum’at dilanjut wirid ba’da Jum’at.
“Setelah itu beliau menuju ke maqbarah Lirboyo guna mengimami tahlil sekaligus doanya,” pungkasnya. (Berbagai sumber)







