Bagimana Keabsahan Puasa Tanpa Sahur? Ada Manfaat, Hikmah, dan Anjuran

Selain sebagai sumber keberkahan, sahur juga memiliki hikmah tersendiri, yakni untuk menjaga kesehatan fisik selama berpuasa. Hal ini ditegaskan dalam Kitab Hasyiah At-Tarmasi jilid V, yang menyebutkan bahwa sahur berperan dalam menguatkan fisik umat yang menjalankan puasa serta sebagai pembeda dengan umat Ahlul Kitab yang tidak mengutamakan hal tersebut.

Waktu Sahur yang Dianjurkan
Rasulullah SAW menganjurkan untuk menyantap sahur pada waktu pertengahan malam hingga menjelang fajar. Meskipun mengakhirkan sahur termasuk dalam sunnah, disarankan agar tidak terlalu mendekati waktu imsak guna menghindari keraguan apakah waktu sahur masih berlaku atau telah berakhir.

Ustadz Kadir merujuk pada Kitab Taqrirat As-Sadidat bahwa, sebaiknya sahur telah selesai kurang lebih 15 menit sebelum fajar tiba.

Kesimpulan
Menyantap sahur memang sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan dan manfaat kesehatan yang signifikan selama puasa. Namun, jika seseorang lupa atau tidak sempat sahur, puasanya tetap sah dan tidak batal. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk tetap menjaga keutamaan sahur sebagai bagian dari sunnah Nabi SAW dan mendapatkan berbagai hikmah yang terkandung di dalamnya.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)

editor: nur muhammad