WARTABANJAR.COM, BANDA ACEH – Ramadan Bulan puasa selalu membawa nuansa istimewa, di antaranya menjadi momen menikmati kuliner khas daerah yang hanya muncul setahun sekali.
Seperti di Aceh. Salah satu hidangan yang paling dinanti adalah Sambal Oen Peugaga, kuliner unik yang tak hanya lezat, tetapi juga sarat dengan khasiat dan makna budaya.
Saat sore hari tiba, jalan-jalan di Banda Aceh dipadati kendaraan dan orang-orang yang berburu takjil untuk berbuka puasa. Rak-rak berisi makanan pun berjejer di pinggir jalan, sementara toples-toples berisi air warna-warni ikut memeriahkan suasana.
Ramadan di Banda Aceh bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang tradisi kuliner yang kaya dan unik.
Di antara berbagai hidangan yang dijajakan, Sambal Oen Peugaga menjadi primadona. Hidangan ini hanya muncul selama Ramadan, membuatnya semakin istimewa dan dinanti-nanti oleh warga setempat maupun wisatawan.
Sambal Oen Peugaga terbuat dari daun peugagan (Centella asiatica), yang dalam bahasa Aceh disebut Oen Peugaga. Daun ini dikenal memiliki banyak khasiat, seperti meningkatkan daya tahan tubuh dan menyehatkan pencernaan.
Namun, keunikan Sambal Oen Peugaga tidak hanya terletak pada daun peugagan saja.
Hidangan ini juga memadukan beberapa jenis dedaunan lainnya, seperti daun mangga muda, daun kemangi, jambu, oen si geuntot, daun jeruk purut, daun kunyit, dan bunga pepaya yang sudah direbus.







