Analisis Prakiraan 1 Ramadhan 1446 H Sebagaimana dijelaskan di atas, keadaan hilal akhir Sya’ban 1446 H yang sudah memenuhi kriteria NEW MABIMS (tinggi toposentris (mar’i) minimal +3 derajat dengan elongasi geosentris 6,4 derajat atau 6 derajat 24 menit) hanyalah sebagian wilayah Aceh termasuk Sabang.
Oleh karena itu, sekiranya nanti tidak ada laporan terlihatnya hilal dari daerah Aceh dan Sabang, kemudian sidang isbat tetap menetapkan awal Ramadhan 1446 H jatuh hari Sabtu Pahing, 1 Maret 2025 M atas dasar hisab imkan rukyahnya daerah Aceh, bisa jadi akan berbeda dengan ikhbar PBNU.
Sebab, PBNU tentu saja akan mengistikmalkan bulan Sya’ban menjadi 30 hari karena tidak adanya hasil rukyah dari daerah Aceh.
Kalaupun nanti ada yang melapor melihat hilal dari daerah di luar Aceh termasuk dari Jawa pasti akan ditolak karena belum terpenuhinya kriteria imkan rukyah. (Berbagai sumber)







