Lebih lanjut, Akbar menyarankan agar penanganan banjir dibagi ke dalam tiga skala prioritas: jangka pendek, menengah, dan panjang, sesuai tingkat urgensi.
“Wilayah dengan risiko bencana dan keterpaparan tinggi harus mendapat penanganan secepatnya,” tambah jebolan S3 Saga University ini.
Mitigasi Hulu Masih Terabaikan, PUPR Diminta Bertindak Cepat
Akbar juga menyoroti kekurangan dalam strategi prioritas masterplan Banjarbaru. Menurutnya, saat ini penanganan masih terfokus pada normalisasi sungai di hilir, sementara mitigasi di hulu belum optimal.
“Dinas PUPR Banjarbaru harus beradaptasi dengan kondisi saat ini. Temukan penyebab utama banjir, identifikasi faktor risiko, dan segera lakukan tindakan nyata dengan implementasi yang tepat dan efektif,” pungkasnya.(Wartabanjar.com/Ikhsan)
editor: nur muhammad







