WARTABANJAR.COM – Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks, resmi menjadi bagian dari Borussia Monchengladbach di Bundesliga Jerman setelah mengungkapkan alasan di balik keputusan transfernya. Pengumuman ini disampaikan pada Minggu (26/1/2025) melalui situs resmi klub. Kevin Diks bergabung dengan status bebas transfer setelah kontraknya bersama FC Copenhagen berakhir pada 1 Juli 2025. Pemain kelahiran Apeldoorn ini diikat kontrak jangka panjang hingga Juni 2030 oleh Die Fohlen, julukan untuk Borussia Monchengladbach. Alasan Perekrutan Kevin Diks oleh Monchengladbach Manajemen Monchengladbach menilai kualitas Diks yang serbaguna di lini pertahanan sebagai alasan utama perekrutan ini. Bek berusia 29 tahun ini dikenal mampu mengisi berbagai posisi di sektor belakang dengan kualitas yang merata. Selain sebagai bek, Diks juga terkenal sebagai eksekutor penalti andal saat membela FC Copenhagen. Kemampuan untuk membangun serangan dari belakang dengan tenang pun menjadi salah satu keunggulan pemain ini. "Kevin membuat kami lebih fleksibel dalam bertahan. Dia adalah sosok yang tahu persis apa yang diinginkannya, dan kami yakin dia cocok dengan tim kami," ungkap Roland Virkus, Direktur Olahraga Borussia Monchengladbach, seperti dilansir Rheinische Post. Alasan Kevin Diks Menolak VfL Wolfsburg Kevin Diks mengungkapkan bahwa ia sempat menerima tawaran dari VfL Wolfsburg. Namun, ia memilih Borussia Monchengladbach karena klub ini menawarkan tantangan olahraga yang lebih besar serta kondisi keuangan yang lebih menarik. "Borussia Monchengladbach memberi saya kesempatan yang sulit saya tolak," ungkap Kevin Diks dengan tegas. Kevin Diks, Pemain Pertama Indonesia di Bundesliga Jerman, Bawa Kebanggaan untuk Tanah Air Dengan bergabungnya Kevin Diks, ia tercatat sebagai pemain Timnas Indonesia pertama yang berlaga di Bundesliga Jerman, membawa kebanggaan tersendiri bagi penggemar sepak bola Tanah Air. Dengan tambahan kekuatan di lini pertahanan, Borussia Monchengladbach diharapkan akan semakin solid dan kompetitif di Bundesliga musim ini.(Wartabanjar.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad